- - - -
Facebook  Twitter  Google+

16/09/2015

PKPU Pekanbaru Mengobati Penyakit Akibat Asap Pembakaran Hurtan

lintasmaduranews - Hutan seluas 1.957 lebih di Pekanbaru dibakar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Asap pekat melaus ke beberapa daerah. Akibatnya saluran pernafasan warga terganggu dan mata masyarakat jadi iritasi.

Penyakit ini menjadi perhatian Lembaga kemanusiaan nasional PKPU cabang Pekanbaru, dengan melakukan berbagai kegiatan termasuk memberikan bantuan kepada para warga, berupa  sebar masker dan pengobatan gratis di Kulim Ujung RW 03 kecamatan Tenayan Raya dan sebanyak 105 warga telah mendapatkan bantuan pengobatan gratis ini.

Menurut dr Indah, anggota tim medis PKPU, mayoritas penyakit yang menyerang warga adalah ISPA dan iritasi mata.

"Hal ini disebabkan oleh kualitas udara yang buruk," katanya.

PKPU Pekanbaru juga mendistribusikan sebanyak 2000 masker kepada masyarakat dan di sekolah dasar di Pekanbaru.

Koordinator Program Bantuan, Amir Mutar kepada Radio Republik Indonesia, Rabu (16/9/2015) mengatakan, PKPU terus bekerjasama dengan BPBD setempat untuk melakukan assessment di titik-titik rawan kabut asap.

Rencananya,  pengobatan gratis akan kembali  dilakukan di tiga titik yakni Jalan Rimba raya,  Kelurahan tarai bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Jalan Auka RW 17 karya Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

"Kami juga merencanakan aksi tim Medis keliling, distribusi masker, distribusi obat tetes mata dan evakuasi khususnya kelompok rentan‎," katanya.

Seperti diberitakan dalam rri.co.id berdasarkan laporan reporter di banyak lokasi seperti Pekanbaru, jambi, Palembang dan Kalimantan,  asap dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan masih mengepung banyak wilayah.

Jarak pandang masih tertutup asap. Secara umum di Sumsel, Jambi dan Riau jarak pandang 80-800 m. Di Pekanbaru 200 m, Rengat 70 m, Dumai dan Pelalawan 50 m, Jambi 700 m, Palembang 800 m.

Jarak pandang di Kalimantan 100-600 m. Di Pontianak 600 m, Ketapang 600 m, Sintang 300 m, Nanga Pinoh 500 m, Pangkalan Bun 500 m, Sampit 300 m, Palangkaraya 400 m, Sanggu-Buntok 100 m, Banjarmasin 220 m.

Kondisi ini  menyebabkan memburuknya kualitas udara . Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Pekanbaru 984 psi (berbahaya), Siak 467 psi (berbahaya), Dumai 464 psi (berbahaya), Palembang 550 psi (berbahaya), Pontianak 307psi (Sangat Tidak Sehat), dam Banjarbaru 449 psi (Sangat Tidak Sehat). dan tercatat ribuan masyarakat telah menderita ISPA, di Riau 14.566 jiwa, Sumsel 22.855 jiwa, Kalsel 53.442 jiwa menderita sakit ISPA.