- - - -
Facebook  Twitter  Google+

17/09/2015

PMII Sumenep Kembali Tagih Janji Dewan Terkait Penuntasan 23 Raperda

lintasmaduranews - Sebanyak 14 mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Sumenep, kembali menagih janji Dewan terkait sejumlah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang belum dituntaskan, Kamis (17/9/2015) sekitar pukul 10.00 WIB.

Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sumenep, Khairul Umam mengatakan,  dari 23 Raparda, Dewan baru menyelesaikan 7 perda, sebanyak 6 perda di antaranya sudah disahkan. Penyelsaian 7 raperda tersebut dibahas sejak dewan bekerja hingga bulan ini.

"Hanya 7 yang selesai dibahas dan baru 6 yang sudah disahkan," kata mantan Ketua Komisariat STITA Sumenep kepada lintasmaduranews.

Semnetara Ketua Komisariat STKIP PGRI Sumenep yang juga ikut hearing, Ulifiyah menyampaikan, keenam perda yang sudah disahkan yakni Perda tentang Retrebusi Jasa Umum, Ijin Lingkungan, Retrebusi Jasa Usaha, Kesejahtraan Lanjut Usia, Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Pemukiman, dan Rencana Detail Tata Ruang bagian Wilayah Perkotaan, Batuan, Rubaru, dan Manding Tahun 2015-2016.

Sementara itu Ketua BP2D DPRD Iskandar mengakui adanya perda yang belum dituntaskan, namun pihaknya membantah jika dikatan kerjanya lamban.

“Tapi kami menolak jika dinilai tidak mempunyai skala prioritas, sebab DPRD telah menuntaskan 6 Raperda  yang sifatnya mendesak menjadi Perda. Selain itu setelah pileg kemarin kan 70 persen anggota dewan baru, jadi perlu pemantapan dan mencari referensi keluar,” kilah Iskandar.

Ia menyebutkan, 6 Perda  yang telah disahkan DPRD, diantaranya Perda Kesejahteraan Lanjut Usia, Rencana Detil Tara Ruang Kota (RDTRK) dan Perda Ijin Usaha.

Politisi Partai Amanat Nasional itu menambahkan, setelah pembahasan APBD Perubahan 2015   selain raperda CSR dan Migas yang akan dibahas, pihaknya juga akan mengajukan draft raperda percepatan ekonomi, dan raperda kepelabuhanan.

“Setelah pembahasan APBD Perubahan nanti akan kami usulkan lagi, mudah–mudahan cepat ada respon dari pimpinan DPRD,” pungkasnya.

Haering PMII Sumenep ke Kantor Dewan tersebut merupakan tindak lanjut dari aksi demo yang dilakukan pada Kamis (26/3/2015) lalu terkait lambannya kerja Dewan Sumenep dalam menuntaskan 23 Raperda Sumenep.