- - - -
Facebook  Twitter  Google+

01/09/2015

Polisi Lamban Tuntaskan Kasus Raskin Bujur Timur

lintasmaduranews - Kasus dugaan penyelewengan beras miskin (raskin), Desa Bujur Timur, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, sebanyak 75 zak masing-masing berisi 50 kg yang diduga dioplos dari karung Bulog kemasan 15 kg, saat ini proses hukumnya masih jalan di tempat, bahkan terkesan sengaja diulur-ulur oleh pihak penyidik Polres Pamekasan.

Kanit Idik IV Tipikor, Ipda (Pol) Anwar Subagyo, didamping Kasubag Humas Polres Pamekasan mengatakan, saat ini pihaknya baru melakukan pemeriksaan terhadap 7 orang saksi, baik dari pihak Desa Bujur Timur maupun pihak Kecamatan Batumarmar, namun diakui masih belum memintai keterangan pihak Bulog.

Ipda (Pol) Anwar Subagyo juga membantah, jika pihaknya sengaja mengulur-ngulur waktu pemeriksaan atau bahkan berupaya mengendapkan proses hukum terhadap dugaan penyimpangan raskin tersebut.

“Tugas penyidik adalah membuktikan bahwa beras itu mau diselewengkan dan kita mencari calon tersangka, pada intinya kasus masih berjalan, tidak ada kasus mandek tapi dalam perjalanan ini butuh keterangan dan butuh data, dalam rangka pembuktian,” bantah Ipda (Pol) Anwar Subagyo, Selasa (1/9/2015).

Kasus raskin ini berawal, dari tertangkapnya sebuah truk dengan nopol M 8711 UA, bermuatan raskin yang diduga akan diselewengkan, di jalan Dusun Songlesong, Desa Bujur Timur, Kecamatan Batumarmar.

Dari penangkapan ini, petugas mengamankan beras raskin seberat 3,7 ton lebih, berikut 1 truk yang digunakan serta sopir truk berinisial J, meskipun J kemudian dipulangkan, dengan alasan kesehatan.