- - - -
Facebook  Twitter  Google+

03/09/2015

Polsek Kalianget Mediasi Perselisihan Warga dengan Sopir Truck

lintasmaduranews - Polsek Kalianget, Sumenep, Madura, menggelar rapat koordinasi dan musyawarah dalam rangka upaya atau penyelesaian terkait penghadangan truck yang bermuatan garam curah milik PT Garam (Persero) Indonesia oleh sekelompok warga desa Marengan laok Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep. Karena disinyalir mengganggu aktifitas pengguna jalan lainnya dan melebihi muatan sehingga menyebabkan kerusakan jalan.

Musyawarah yang berlangsung di aula Kantor Polsek Kalianget itu, dihadiri oleh perwakilan unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Kalianget, Kepala Kantor Pegaraman 1 PT Garam Karangngayar. Kasubag Humas Polres Suemnep AKP Hasanudin membenarkan adanya kegiatan atau musyawarah tersebut.

“Dalam musyawarah itu, seluruh perwakilan menyampaikan unek-uneknya, sehingga penghadangan tersebut terjadi,” jelasnya , Kamis (3/9/2015).

Pihak PT Garam lanjut AKP Hasanudin, sudah melakukan melakukan kegiatan ramah lingkungan, seperti pengerukan sungai dan memperbaiki jalan yang rusak.

“Terkait truck yang bermuatan garam curah yang melebihi kapasitas sehingga mengakibatkan butiran garam jatuh berceceran di jalan, pihak PT. Garam meminta kebijakan masyarakat untuk mencari solusi tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu camat Kalianget tandas Mantan Kapolsek Manding itu, meminta kepada seluruh kepala desa yang merasa dirugikan dengan aktifitas truck tersebut untuk mengajukan surat permohonan perbaikan jalan kepada Bupati Sumenep. Selain itu juga meminta kepada PT Garam Kalianget mengajukan tambahan anggaran kepada PT Garam pusat untuk memperbaiki jalan.

“Camat meminta Kepala Desa Marengan Laok, Desa Pinggir Papas dan Karanganyar untuk mengajukan surat permohonan perbaikan jalan kepada pihak PT. Garam dan Pemkab,” pungkasnya.

Sebelumnya diinformasikan telah terjadi perselisihan antar warga Desa Marengan Laok, Kecamatan Kalianget, dengan sopir truk yang hendak mengangkut garam milik PT. Garam.

Teruk dihadang oleh warga karena dianggap selama ini sebagai pemicu rusaknya jalan desa dan pihak PT Garam Kalianget tidak bertanggung jawab dengan rusaknya jalan itu sehingga jalan semakin parah dan terjadi kecelakaan pengendara.