- - - -
Facebook  Twitter  Google+

11/09/2015

Pria Ini Bernama Kopi

lintasmaduranews - Nama warga unik semakin hari semakin banyak ditemukan dan menjadi pemberitaan di media. Kali ini ada warga Dusun Karangasen, Desa Sirnoboyo, Kecamatan Benjeng, Gresik bernama Kopi.

Ditemui di rumahnya yang sederhana, Kopi menuturkan bahwa yang memberinya nama unik adalah sang kakek, Wariso. Ada cerita dari Kopi mengapa nama minuman tersebut tersemat menjadi identitasnya.

"Saya dulu sering sakit-sakitan dan terus menangis saat kecil, karena itulah nama saya akhirnya berubah menjadi Kopi," kata Kopi sebagaimana dilansir detikcom, Jumat (11/9/2015).

Kopi menceritakan, Sokran adalah nama Kopi pertama kali. Pada usia 4 tahun, namanya berubah menjadi Brahim. Dan pada usia 7 tahun, namanya berbuah lagi menjadi Kopi.

"Kakek saya kesal, karena sudah berganti nama tetap saja saya sakit-sakitan. Jadi dia spontan memberi nama saya Kopi dan sejak itu saya tak sakit lagi. Saya nggak berganti nama lagi," kata pria 57 tahun itu.

Kopi merasa tak ada yang aneh dengan nama tersebut. Tetapi nama itu justru dianggap aneh oleh orang lain. Tak jarang orang tergelak saat Kopi memperkenalkan dirinya.

"Kadang-kadang orang tertawa saat berkenalan," ujar Kopi juga sambil tertawa.

Bila sedang mengurus sesuatu dan ada panggilan untuk dirinya, orang yang sedang mengantre pun juga tersenyum dan tertawa. Tetapi dia cuek saja.

"Semisal saya mengantre di samsat, saat mendapat panggilan, ada saja orang yang tertawa," lanjut Kopi.

Ternyata di keluarga Kopi, bukan cuma nama dia saja yang unik. Kopi adalah anak pertama dari empat bersaudara. Nama lain yang unik adalah nama adiknya atau anak nomor tiga.

"Namanya Cukup. Nama saudara saya yang lain biasa saja, Kusari dan Suharto," jelas suami Kemi ini.

Kopi juga tidak mengalami kesulitan mengurus sesuatu karena namanya yang unik ini. Hanya saja tanda tangan dia memang tertulis jelas atas namanya. Namun hal itu disebabkan karena Kopi memang buta huruf.

"Kulo mboten saget moco tulis (saya tidak bisa baca tulis), saya hanya menulis tanda tangan seperti yang diajarkan," terang kakek dua cucu ini.

Sayangnya saat ini Kopi tidak bisa menikmati minuman yang mempunyai nama sama dengan namanya tersebut. Dulu Kopi memang biasa meminum kopi. Namun akibat penyakit asam lambung yang dideritanya, Kopi pun terpaksa berhenti minum kopi.

"He he, saya tidak boleh minum kopi sekarang. Lambung suka sakit kalau minum kopi. Saya sekarang minumnya teh saja," pungkas ayah dari Suryati Dewiningsih ini.