- - - -
Facebook  Twitter  Google+

19/09/2015

Siswi SMA Molek Dihamili Ayah Kandungnya

lintasmaduranews - Seorang siswi SMA kelas XI berusia 17 tahun, LY, dihamili ayah kandungnya, GPY (40). Keduanya tinggal di sebuah Desa di Buleleng, Bali. LY kini sedang mengandung tiga bulan, hasil berhubungan dengan ayahnya.

Seorang warga, I Kadek FK mengatakan, usia kehamilan LY itu kini sudah tiga bulan. Kehamilannya diketahui usai LY memeriksakan kehamilannya ke seorang bidang di kota Singaraja beberapa waktu lalu.

Dikatakan, LY hanya tinggal berdua serumah dengan ayahnya, GPY. Sementara dulunya LY ini lahir dari hubungan di luar nikah. Setelah LY lahir, GPY hanya bersedia merawat LY  tanpa mau menikahi ibu LY.

“Kasihan nanti anaknya setelah lahir statusnya nggak jelas. Karena yang menghamili ayahnya sendiri, mereka hanya tinggal berdua serumah. Dia (LY) lahir tanpa proses pernikahan, karena dulu ibunya dia itu hanya dihamilin saja, kemudian anaknya diambil saat masuk SMP. Sekarang, malah anak kandungnya yang dihamilin,” katanya, Jumat (18/9/2015).

Sementara itu seorang sumber di kepolisian yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kasus antara ayah yang menghamili anaknya itu telah diambilalih desa adat untuk diselesaikan.

“Memang benar ada peristiwa itu. Tapi sudah diminta desa adat untuk diselesaikan. Kami berikan karena tidak ada delik laporan,” ujarnya.

Sanksi upacara adat yang dijatuhkan oleh desa adat setempat di Sudaji Kabupaten Bulelengdinilai tidak cuku. Dia juga diminta membuat laporan tertulis hingga meniduri putrinya serta mengakui akan perbuatannya.

Di hadapan pemuka agama dan adat setempat, GPY mengakui telah membuat aib desa dengan meniduri anak kandungnya. Apalagi, anaknya harus menanggung derita kehamilan yang tak diinginkan. Lebih berat lagi, anak dalam kandungannya harus dilahirkan dan LY harus dinikahkan dengan laki-laki lain yang sanggup jadi suaminya.

"Selain kena saksi adat, ayahnya membuat surat tertulis atas pengakuan aib ini. Kasihan memang anak gadisnya ini, harus menanggung kebejatan ayahnya," ungkap Bendesa Adat Pakraman Sudaji, Nyoman Sunuada, Jumat (18/9/2015) di Singaraja, Bali.

Dalam laporan pengakuan tertulis GPY dikatakan bahwa dirinya tidak sanggup melihat kemolekan anaknya. Terlebih lagi dalam rumah itu hanya tinggal dirinya dan anak gadisnya.

"Semuanya diakui kesalahan dan khilaf, ini akibat nafsu yang tak bisa dibendung," jelasnya.

Informasi yang didapat warga sekitar, LY sejak kejadian ini tidak lagi berada di rumah ayahnya. Tidak jelas disembunyikan di mana, kemungkinan diamankan sementara di rumah ibu kandungnya.