- - - -
Facebook  Twitter  Google+

14/09/2015

Terkendala Ijin, Pembangunan Landasan Pesawat di Kangean Ditunda

lintasmaduranews - Pembangunan landasan pesawat terbang di Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, masih dalam proses administrasi ijin ke Kementrian Perhubungan sehingga pengerjaan landasan tersebut ditunda ke tahun 2016.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengatakan, anggaran pembangunan landasan pesawat terbang di Kangean itu sudah disiapkan sebesar Rp 18 milyar, namun karena masih proses administrasi, dana tersebut dikembalikan ke kasda.

"Kami sebenarnya telah menganggarkan Rp 18 milyar untuk pembebasan lahan dan pembangunan 'runway'. Tapi karena ada persoalan administratif, maka pembangunan 'runway' ditunda ke 2016. Dana yang telah disiapkan pada 2015 kembali ke kasda, tapi dianggarkan ulang di 2016," kata Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, Minggu (13/09/15).

Ia memaparkan, pembangunan 'runway' terpaksa ditunda karena pihaknya masih harus menyelesaikan proses administrasi ijin bandar udara (bandara) baru ke Kementrian Perhubungan.

"Ngurus ijin pembukaan bandara baru ke Jakarta ini kan memakan waktu. Proses administrasinya panjang. Tapi Alhamdulillah sekarang sudah selesai. Ijin dari Kementrian sudah turun. Jadi untuk pembangunan 'runway' ini kami anggarkan ulang di 2016," ujarnya.

Busyro memaparkan, setelah ijin turun, tahun ini pihaknya segera melakukan pembayaran pembebasan lahan lapter Kangean. Diperkirakan pada Oktober 2015, pembayaran ganti rugi lahan bisa mulai dilaksanakan.

"Saat ini kami tinggal menunggu proses administrasi terkait penetapan bidang lahan untuk lapter Kangean di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur.  Karena memang proses administrasi pembebasan lahan di atas 1 hektar harus ke BPN provinsi, bukan lagi BPN daerah," terangnya.

Panjang 'runway' di Lapter Kangean yang akan dibangun di Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa tersebut direncanakan sekitar 1.100 meter dengan lebar sekitar 20 meter.  Penetapan lahan di Desa Paseraman telah melalui survei dan studi kelayakan yang dilakukan pada 2014.