- - - -
Facebook  Twitter  Google+

10/09/2015

Tujuh Warga Sumenep Tertipu Pengangkatan PNS

lintasmaduranews - Sedikitnya 7 orang warga Sumenep tertipu oleh oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Sumenep. Mereka dijanjikan akan diangkat menjadi PNS tanpa tes dengan membayar Rp 100 juta. Uang tanda jadi sebesar Rp 2 hingga 7 juta sudah dibayarkan, namun pengangkatan PNS tidak juga terwujud.

Salah seorang warga, SHR, warga Desa Lenteng, Kecamatan Lenteng Sumenep, yang mengaku menjadi salah satu korban penipuan tersebut mengakui, bahwa oknum PNS yang berinisial FH, telah menjanjikan kepadanya, akan meloloskan anaknya menjadi PNS tanpa tes dengan membayar uang Rp 100 juta.

"Kami sepakat dengan jumlah uang Rp 100 juta tersebut asal memang bisa diterima jadi PNS, apalagi tanpa tes. Namun saat itu si oknum tersebut meminta tanda jadi Rp 7 juta, yang dibayar duakali, dua juta dan lima juta, sisanya sampai Rp 100 juta, setelah SK turun," ujar SHR, sambil menunjukkan bukti kwitansi, Kamis (10/9/2015).

Dikatakan, dalam perjanjian yang terjadi pada awal Januari 2015 lalu, oknum FH menjanjikan SK CPNS-nya akan terbit pada bulan Juni. Namun hingga bulan September ini janji tersebut tak pernah terwujud, bahkan FH mengelak dan mengatakan jika SK tersebut sudah ditangan bupati namun masih belum turun ke Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sumenep.

"Hingga bulan Agustus lalu kami tanyakan lagi, malah tidak jelas jawabanya. Dan, ketika kami meminta uangnya dikembalikan, malah dia mengaku uangnya sudah ada di bupati dan masih akan diminta, tapi tidak jelas juga hingga sekarng," sambung SHR.

Karena merasa tertipu dengan perbuatan FH, SHR akan melaporkan penipuan tersebut ke Polres Sumenep. Namun sebelum laporan ke Polres pihaknya menemui sejumlah wartawan melaporkan adanya penipuan yang dilakukan oleh oknum PNS berinisial FH.

"Saya minta itu ditulis inisialnya, berikut nama saya, karena kami masih akan melanjutkan ini ke aparat hukum," pinta SHR yang juga seorang PNS ini.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sumenep, Titik Suryati memastikan bahwa tahun 2015 ini tidak ada pengangkatan pegawai negeri sipil atau yang dikenal dengan aparatur sipil Negara (ASN). Karena kabupaten/kota pada tahun ini disuruh membuat rencana kebutuhan ASN tersebut.

"Sesuai surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara ( MenPAN), tahun 2015 ini tidak ada rekruitmen aparatur sipil negara (ASN). Kita tahun ini malah diminta menyiapkan rencana kebutuhan PNS dalam bentuk formasi elektronik," tegas Titik.

Mantan Kabag Hukum Pemkab Sumenep ini meminta kepada masyarakat agar tidak tergiur dengan iming-iming atau janji seseorang yang bisa meloloskan menjadi CPNS.

"Jadi, informasi pengangkatan PNS tahun ini tidak ada. Kalau ada seseorang atau siapapun yang mengatakan aka nada pengangkatan PNS tahun ini, jelas merupakan penipuan," tegas Titik.

Ditanya soal oknum FH, PNS yang menipu tersebut, pihaknya sampai saat ini belum terima laporan. Dan, jika ada yang secara resmi melapor, maka pihaknya akan menyerahkan ke Inspektorat. Jika terbukti maka jelas akan diberikan sanksi sesuai pelanggaran yang dilakukan.