- - - -
Facebook  Twitter  Google+

17/09/2015

Tunggakan Pelanggan Rugikan PDAM Pamekasan Rp. 6,1 Miliar

lintasmaduranews - Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan banyak yang nunggak pembayaran bulanan sehingga perusahaan tersebut mengalami kerugian Rp 6,3 miliar lebih. Tunggakan itu tiap tahunnya terus bertambah, rata-rata sebesar Rp 200 juta. Bahkan nilai tunggakan pelanggan pada 2014 lalu, berkisar sebesar Rp 6,1 miliar lebih.

"Tunggakan itu kalau pelanggannya sudah diputus, sementara pelanggan nunggak masih tercantum di laporan kita," kata Edy Sutrisno, Kabag Keuangan PDAM Pamekasan, Kamis (17/9/2015).

"Jadi pelanggan itu kan ditutup, tapi punya tunggakan dan masih tetap terhitung. Masalahnya nanti, kalau pelanggan itu mau buka kembali, harus bayar tunggakan dulu," ungkapnya.

Bahkan sekitar 3 ribu lebih pelanggan PDAM terpaksa diputus paksa, jumlah itu termasuk pelanggan yang sebelumnya berada pada jalur distribusi. Sementara sumur sumbernya sudah kering. "Itu tidak mungkin lagi ditetapkan sebagai pelanggan PDAM, karena pasokan airnya sudah berhenti," jelasnya.

Selain itu, bagi pelanggan yang sengaja menunggak pembayaran tagihan yang sudah ditetapkan dan pasokan air bersih tetap mengalir. Pihaknya tidak bisa serta merta langsung melakukan pemutusan tanpa mengikuti prosedur. "Untuk itu masih ada prosedur yang harus kita lalui, tidak serta merta langsung memutus," pungkasnya.

Untuk diketahui, prosedur pemutusan aliran PDAM bagi para pelanggan nunggak pembayaran harus melalui sejumlah tahapan. Di antaranya melalui penagihan secara langsung, bahkan juga dilakukan dengan jenjang waktu selama 3 bulan pemakaian alias tunggakan.