- - - -
Facebook  Twitter  Google+

23/10/2015

AS dan Irak Selamatkan 70 Tawanan yang akan Dieksekusi ISIS

lintasmaduranews - Pasukan Amerika dan pejuang Kurdi Irak menyelamatkan sekitar 70 tawanan yang mungkin akan dieksekusi oleh ISIS. Namun, dalam pertempuran sengit di Irak utara seorang tentara Amerika cedera fatal dan merupakan tentara Amerika pertama yang tewas dalam perjuangan selama setahun melawan kelompok militan ISIS.

Pejabat militer di Pentagon mengatakan para tawanan yang dibebaskan pasukan Amerika dan Peshmerga Irak ditahan di sebuah penjara ISIS. Penyerbuan itu dilakukan menanggapi “informasi bahwa para tawanan akan segera dieksekusi secara massal”.

Seorang pejabat senior pertahanan Amerika mengatakan puluhan pejuang Kurdi dan tentara Amerika terlibat dalam misi penyelamatan itu. Pasukan Amerika “memungkinkan” misi itu bekerja sama dengan pemerintah regional Kurdi -Irak dan mereka juga menemukan bahan-bahan “intelijen penting” mengenai kelompok ISIS.

Identitas tentara Amerika yang tewas dalam penyerbuan itu tidak diumumkan. Laporan-laporan mengatakan ia cedera dalam tembak menembak dan di evakuasi ke bagian yang aman di Irak namun tidak lama kemudian meninggal.

Ke 70 tawanan yang diselamatkan itu termasuk 20 anggota pasukan keamanan Irak. Pernyataan Amerika mengatakan unit-unit Irak menangkap lima pejuang ISIS dan sejumlah aktivis ISIS lainnya tewas.

Juru bicara Pentagon Peter Cook mengatakan misi itu dimulai Rabu malam dilakukan “ atas permintaan pemerintah regional Kudistan, Pasukan Operasi Khusus Amerika mendukung operasi pejuang Peshmerga Irak untuk menyelamatkan tawanan di sebuah penjara ISIS di dekat Hawijah, Irak.

Cook menambahkan “Operasi ini direncanakan dan dilancarkan setelah mendapat informasi bahwa para tawanan akan segera menghadapi eksekusi asal”.

Para pejuang Kurdi sebelumnya berhasil mendesak pejuang ISIS keluar dari wilayah yang mereka rebut di Irak utara atas dukungan serangan udara pasukan koalisi yang dipimpin Amerika selama tahun lalu.

Ketua Gabungan Kepala Staf Amerika, Jenderal Joseph Dunford mengunjungi kawasan itu Minggu ini sebagai bagian dari lawatan untuk meninjau perang melawan militan ISIS.