- - - -
Facebook  Twitter  Google+

14/10/2015

AS Siapkan Blair House untuk Penginapan Presiden Jokowi

lintasmaduranews - Presiden Joko Widodo dijadwalkan berkunjung ke Amerika Serikat tanggal 25-28 Oktober 2015 dan bertemu dengan Presiden Obama. Selama di Washington DC, Jokowi akan menginap di guest house milik Kementerian Luar Negeri AS yang dikenal dengan sebutan Blair House.
"Pemerintah AS telah menyiapkan Blair House sebagai tempat tinggal Presiden Jokowi selama di Washington DC," kata Duta Besar RI untuk AS, Budi Bowoleksono, sebagaimana dilansir detikcom di Washington DC, AS, Selasa (13/10/2015).
Lokasi Blair House amat berdekatan dengan White House, tepatnya di 1651 Pennsylvania Avenue, NW, yang berjarak sekitar 200 meter. Keduanya hanya dipisahkan oleh taman dan halaman rumah.
Blair House terdiri dari 4 gedung, masing-masing bernama Blair House, Lee House, dan dua Jackson Place. Untuk mempermudah, secara keseluruhan keempat gedung itu biasa dirujuk dengan sebutan Blair House.
Dengan luas 60.000 kaki persegi dan lebih dari 120 kamar, Blair House 5.000 kaki persegi lebih luas ketimbang White House. Gedung bertembok merah dan putih tersebut dimiliki oleh Kemlu AS sejak 1942 dan dijadikan tempat menginap tamu kenegaraan yang dianggap spesial. Majalah Time menyebutnya sebagai "World's Most Exclusive Hotel."
Dalam laman resmi Blair House disebutkan bahwa 'undangan oleh Presiden AS untuk tinggal di rumah bersejarah ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi.' Saat seorang kepala negara menginap, bendera dari negara yang bersangkutan akan dikibarkan di depan gedung tersebut sebagai bentuk penghormatan.
Selama 73 tahun sejarahnya sebagai rumah tamu, Blair House telah ditinggali oleh banyak tokoh dunia, antara lain Nelson Mandela, Ratu Elizabeth II, Margaret Thatcher, Angela Markel, dan Vladimir Putin.
"Ini sebuah penghormatan bagi Presiden Jokowi karena Blair House merupakan bangunan bersejarah yang menjadi tempat menginap tokoh-tokoh penting dunia," kata Dubes yang biasa dipanggil Sonny tersebut.