- - - -
Facebook  Twitter  Google+

27/10/2015

Dewan Pendidikan Sumenep Tengarai Rehab SDN Depende II Tidak Sesuai RAB

lintasmaduranews - Dewan Pendidikan Sumenep (DPS), Madura, Jawa Timur, menengarai rehab berat SDN Depende II, Kecamatan Batang-Batang, menyalahi Rencana Anggaran Biaya (RAB). Pasalnya, berdasarkan hasil monitoring DPS banyak pekerjaan yang tidak dilaksanakan.

”Kami melakukan monitoring terhadap bantuan sosial Kementerian Pendidikan terhadap sekolah-sekolah penerima di beberapa kecamatan, yang paling mengecewakan memang di SDN Depende II,” ungkap Anggota DPS, Ach Novel, Selasa (27/10/2015).

Diterangkannya, pelaksanaan rehab berat dari program Bantuan Sosial di SDN Depende II itu hanya sekitar 30 persen dari total anggaran Rp 282 juta. Bantuan yang dilaksanakan secara swakelola itu ditengarai banyak tidak direalisasikan, diantaranya 12 fondasi dengan model sepatu, jendela, dan sejumlah perbaikan lainnya.

DPS menengarai ada kerjasama antara pihak sekolah selaku pelaksana dengan konsultan pengawas, sebab ketika DPS melakukan monitoring tidak ada di tempat.

”Tentu DPS akan melakukan langkah-langkah hukum apabila temuan tersebut tidak ditindak lanjuti oleh penegak hukum seperti Polres dan Kejaksaan Negeri,” tegas Advokat senior di Sumenep ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Sumenep, Fajarisman, menyatakan, telah melakukan pengecekan langsung pelaksanaan rehab berat ke sejumlah sekolah penerima bantuan sosial termasuk di SDN Depende II, Kecamatan Batang batang. Pelaksanaan rehab SDN Depende 2 dari program bantuan sosial 2015 masih berlangsung yaitu kurang lebih 34, 5 persen.

”Kami telah meminta Sekolah untuk memperbaiki sejumlah pekerjaan yang tidak sesuai speasifikasi karena program tersebut sifatnya rehab dengan kwalitas yang baik. Dan pada prinsipnya Disdik tidak ingin pelayanan pendidikan terhadap anak didik dikorbankan hanya ingin mendapat keuntungan,” terangnya.

Fajarisman menegaskan, pelaksanaan rehab sekolah itu direncanakan berakhir November mendatang, sehingga optimis realisasi perbaikan SDN Depende 2 itu selesai tepat waktu. Disdik akan terus momonitor sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program bantuan sosial di sejumlah sekolah penerima.

”Segala bentuk bantuan apapun dari Pusat tetap kami kawal. Sebab, kami tidak ingin pelayanan terhadap peserta didik terganggu,” ucapnya.