- - - -
Facebook  Twitter  Google+

19/10/2015

Divonis 8 Tahun Penjara, Mantan Bupati Bangkalan Ajukan Banding

lintasmaduranews - Mantan Bupati Bangkalan sekaligus Ketua nonaktif DPRD Bangkalan, Fuad Amin Imron, divonis pidana kurungan 8 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta M Mukhlis menegaskan, Fuad terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap terkait perjanjian konsorsium dan kerjasama antara PT Media Karya Sentosa (PT MKS) dan PD Sumber Daya serta memberikan dukungan untuk PT MKS kepada Codeco Energy Co. Limited terkait permintaan penyaluran gas alam ke Gili Timur. Perjanjian itu membuat PT MKS mendapat pasokan gas dari PT Pertamina EP.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Fuad Amin Imron terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Melakukan tindak pidana secara bersama-sama dan berlanjut sebagaimana dakwaan kesatu primer dan dakwaan pencucian uang sebagaimana dakwaan kedua dan ketiga," kata M Mukhlis saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (19/10/2015).

Fuad juga terbukti bersalah dalam dakwaan lainnya, yakni perkara tindak pidana pencucian uang dengan sangkaan Pasal 3 UU No 8 Tahun 2010 dan Pasal 3 ayat (1) UU No 15 Tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan UU No 25/2003 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 KUHP mengenai perbuatan menyamarkan harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan.

Vonis Fuad lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut 15 tahun penjara dan denda Rp3 miliar subsider 6 bulan. Hakim tak sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum terkait penghitungan nilai tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Fuad. Lantaran itu, Fuad divonis lebih ringan.

Atas vonis tersebut, kuasa hukum Fuad Amin masih mempertimbangkan untuk mengajukan banding.
"Kita akan bicara dengan terdakwa Fuad Amin. Kemungkinan kita banding," kata Kuasa Hukum Fuad Amin, Rudi Alfonso usai sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (19/10/2015).

Dirinya masih mempertanyakan keadilan putusan tersebut melihat usia Fuad Amin yang sudah cukup tua dan sudah berbuat banyak untuk Kabupaten Bangkalan.

Bahkan Rudi menilai vonis yang diterima oleh kliennya dalam suap jual beli gas dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) ini masih terbilang tinggi.

"Kalau melihat dari fakta persidangan dan apa yang disampaikan kepada kami, itu masih cukup tinggi," katanya.