- - - -
Facebook  Twitter  Google+

30/10/2015

Dua Penghuni Rutan Bangkalan Menyimpan Sabu-Sabu


lintasmaduranews - Dua penghuni Rumah Tahanan (Rutan) digelandang ke Mapolres Bangkalan karena kedapatan menyimpan satu poket sabu - sabu dalam bilik tahanan, Jumat (30/10/2015).

Dua penghuni rutan itu berinisial M (53), warga Kecamatan Burneh dan WD (35), warga Kecamatan Modung. Keduanya merupakan penghuni kamar A11.

Kapolres AKBP Windiyanto Pratomo bersama Kepala Rutan Bangkalan Harry Winarca memimpin langsung penyisiran ke kamar - kamar tahanan bersama dua peleton petugas gabungan.

Hasilnya, petugas menemukan satu poket sabu, timbangan elektrik, puluhan lembar plastik kecil pembungkus sabu, dan alat isap sabu. Barang - barang itu ditempatkan di sebuah kardus dan kotak kayu menyerupai sangkar burung piaraan, love bird.

"Kami menindaklanjuti dugaan masih ada peredaran sabu di rutan.

Akhirnya kami gelar sweeping dan menemukan satu poket dan timbangan sabu," ungkap Kapolres Bangkalan AKBP Windiyanto Pratomo.

Ia menjelaskan, pihak polres akan mengembangkan kasus penemuan satu poket sabu itu dengan menggelandangkan M dan WD ke mapolres.

"Kalau WD hanya sebatas saksi karena teman satu kamar dengan M. Namun akan kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap WD," tandasnya.

Data yang terhimpun dari Rutan Bangkalan, M sudah menjalani separuh masa tahanan atas vonis lima tahun karena kasus penyalahgunaan narkoba. Sementara WD merupakan napi kasus asusila.

Kepala Rutan Bangkalan Harry Winarca menyatakan, pihaknya akan lebih memperketat dan menyeleksi barang bawaan pembesuk. Hal itu untuk mempersempit peredaraan dan penggunaan sabu dalam rutan.

"Kami menduga sabu itu disamarkan dengan barang bawaan para pembesuk. Seperti makanan atau bisa juga disamarkan lewat benda - beda lainnya," jelasnya sebagaimana dilansir SURYA.co.id.

Ia menambahkan, kegiatan razia itu merupakan tindak lanjut dari kesepatan bersama antara kementrian dan polri yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Sementara Kepala Rutan Bangkalan Harry Winarca mengatakan, RumahTahanan (Rutan) di tempatnya bertugas itu kekurangan petugas. Petugas yang ada sebanyak 41 petugas sedangkan jumlah penghuni rutan mencapai 200 lebih napi.

"Ada kalanya jumlah penghuni rutan bisa mendekati angka 300 orang. Sementara kami hanya beranggotakan 41 personel," ungkap Harry Winarca.

Dia menambahkan, kekurangan jumlah personel itu berakibat kurang maksimalnya sistem penjagaan di rutan.

"Setiap satu petugas idealnya berbanding 20 napi. Semoga dalam waktu dekat, kami bisa mendapatkan dukungan penambahan anggota," tandasnya.