- - - -
Facebook  Twitter  Google+

24/10/2015

Dua Rumah dan Satu Dapur Terbakar di Pamekasan

lintasmaduranews - Dua rumah dan satu dapur di Kabupaten Pamekasan, Madura Jawa Timur, terbakar, Sabtu (24/10/2015). Satu rumah dan dapur yang terbakar milik Matro (53), warga Dusun Tobunbun, Desa Ponjenan Barat, Kecamatan Batumarmar. Sedangkan satu rumah lagi milik  Muspiyeh (35), warga Dusun Glugur, Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan.

Peristiwa terbakarnya rumah dan dapur Matro diketahui saat istrinya, Naisa hendak mengambil wuduk' untuk shalat subuh tiba-tiba melihat api  mulai membesar dan mulai merambat ke rumah utama.

Seketika, Naisa berteriak minta tolong setelah melihat peristiwa tersebut. Sayangnya, rumah korban agak jauh dari rumah tetangga. Sehingga api membakar rumah korban dengan cepat akibat lambatnya pertolongan memadamkan api.

"Rumah korban agak jauh dari rumah tetangga, hanya ada satu rumah milik anaknya. Sehingga pertolongan untuk memadamkan api terlambat," kata Koptu Endang Sucipto, anggota Babinsa Koramil Batumarmar.

Selain itu, keterlambatan warga memadamkan api yang membakar rumah dan dapur yang terbuat dari bambu. Mengakibatkan api menjalar dengan cepat. "Apalagi saat ini air tidak ada (kekurangan air)," ungkapnya.

Sedangkan peristiwa terbakarnya rumah Muspiyeh terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, saat pemilik rumah silaturrahmi ke rumah saudaranya. 30' menit kemudian, sejumlah tetangga sekitar melihat kepulan asap membumbung tinggi dari rumah korban.

"Saat mengetahui peristiwa itu, tetangga korban mencoba melihat kedalam rumah dengan cara membobol pintu dan jendela. Ternyata api sudah membesar," kata Serda Witono, Babinsa Koramil Palengaan.

Selain itu, warga yang mendatangi lokasi bahu-membahu dan mencoba memadamkan api dengan air dan peralatan seadanya. Sayangnya usaha warga tidak bisa memadamkan api dalam waktu cepat.

"Ketersediaan air yang terbatas dan kencangnya angin, mengakibatkan api bergerak cepat dan membakar seisi rumah," ungkapnya.

Dalam kebakaran dua rumah dan satu dapur tersebut tidak ada korban jiwa, namun Matro mengalami kerugian sebesar Rp 70 juta lebih. Sedangkan Muspiyah diperkirakan rugi Rp 130 juta.

Informasi warga di dua lokasi peristiwa tersebut, kebakaran diduga karena arus listrik yang konslet.