- - - -
Facebook  Twitter  Google+

21/10/2015

Golkar dan PPP Kembali ke KMP, Demokrat Penentu di DPR

lintasmaduranews - Kemenangan Golkar kubu Aburizal Bakrie dan PPP kubu Djan Faridz di Mahkamah Agung akan mempengaruhi peta kekuatan politik KMP vs KIH di DPR. Kini, penentunya adalah di Partai Demokrat yang selama ini merupakan partai penyeimbang.

Awalnya, KMP di DPR berkekuatan 258 kursi. Detailnya Golkar 91 kursi, Gerindra 73, PKS 40, PAN 48, dan PPP loyalis Djan Faridz 6. Sedangkan KIH hanya memiliki 241 kursi, dengan detail PDIP 109 kursi, PKB 47, NasDem 36, Hanura 16, PPP loyalis Romahurmuziy 33. Demokrat dengan 61 kursi tidak dihitung masuk ke kubu manapun.

Kemudian, PAN menyatakan dukungan ke pemerintahan Jokowi. Dengan demikian, KIH makin kuat. Total kekuatan KIH menjadi 289 kursi, unggul jauh dari KMP yang tinggal 210 kursi. Hanya saja, PAN yang menyatakan dukungan ke pemerintah masih tetap menghadiri acara-acara KMP.

Dengan kedudukan tersebut, apabila Partai Demokrat yang nonblok merapat ke KMP, jumlah kekuatan koalisi pendukung Prabowo-Hatta itu hanya 271 kursi, masih kalah dibanding jumlah kursi KIH.

Hanya saja, kondisi berbalik setelah putusan MA. Dengan kemenangan PPP kubu Djan, kubu Romi di DPR diprediksi tidak akan lagi bisa berkutik. Diprediksi suara 33 loyalis Romahurmuziy tak lagi bulat, bisa jadi ada yang menyeberang ke kubu Djan yang mengantongi putusan MA. Dengan demikian, KMP memiliki kekuatan 243 kursi sementara KIH mempunyai 256 kursi.

Perbedaan kekuatan KMP dan KIH makin tipis. Ujung-ujungnya, Partai Demokrat yang memiliki 61 kursi menjadi penentu. Jika Demokrat merapat ke KMP, maka jumlah kursi KMP adalah sebanyak 304. Tentu saja ini akan membuat KIH gigit jari jika ada voting di DPR.