- - - -
Facebook  Twitter  Google+

23/10/2015

Inilah Hukuman Pelaku Pembunuh Sekeluarga di Sumenep


lintasmaduranews - Pembunuh sekeluarga Beni Sukarno di Sumenep, Madura, Jawa Timur dijerat dengan hukuman pasal berlapis yaitu tetang kekerasan dalam rumah tangga dan tentang perlindungan anak. Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Sumenep, Iptu I Gede Pranata Wigun.

"Tersangka kami jerat dengan pasal 44 ayat 3 UU nomor 23/2004 tentang KDRT. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara, kami juncto kan dengan pasal 351 ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara, juncto pasal 80 ayat 2 UU nomor 23/ 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya 7 tahun penjara," jelasnya, Jumat (23/10/15).

Ia memaparkan, ada sejumlah barang bukti yang diamankan, yakni sarung, kaos lengan pendek, dan kaos warna putih robek di dada milik korban Abd. Rahman, ayah mertua tersangka. Selain itu juga diamankan barang bukti berupa celana dalam, kaos lengan pendek robek di dada kanan, dan ikat rambut milik korban Saradina Rahman, istri tersangka. Kemudian polisi juga mengamankan barang bukti berupa baju jenis daster yang robek punggung kanan dan dada kanan serta ada bercak darah, dan BH milik Suhairiyah, ibu mertua tersangka.

"Dari tersangka Benni, kami mengamankan sebilah pisau dapur dengan panjang 25 centimeter yang digunakan untuk menusuk korban-korbannya," ujar Gede.

Ia mengungkapkan, pisau yang digunakan tersangka untuk menusuk korban memang selalu dibawanya kemana-mana, termasuk saat bekerja. "Tersangka terakhir bekerja sebagai juru parkir di Surabaya. Jadi waktu datang ke Sumenep hari 'H' peristiwa itu, tersangka memang sudah membawa pisau dari Surabaya," paparnya.

Ia mengakui, pasca penangkapan tersangka pada Kamis (22/10/15) malam, pihaknya memberikan pengamanan ekstra terhadap tersangka. Hal itu dilakukan untuk mencegah amuk massa yang tidak terima dengan aksi sadis tersangka.

"Saat ditangkap tadi malam, memang kerabat dan warga sekitar korban sempat emosi dan tidak terima. Mereka ingin menghajar korban. Karena itu, korban kami amankan ekstra ketat," ujarnya.

Ketiga korban meninggal, yakni istri tersangka, Saradina, ibu mertua tersangka, Suhariah, dan ayah mertua tersangka, Abdul Rahman telah dimakamkan oleh keluarga. Sementara Hengky Tornando (17), keponakan korban, masih dalam kondisi kritis dan dirawat intensif di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep.