- - - -
Facebook  Twitter  Google+

26/10/2015

Kiai Pengguna dan Pengedar Sabu-Sabu di Tangkap Polisi

lintasmaduranews - Satuan reskoba Polres Sumenep membekuk ZM (49), warga Jl. Pesantren, Desa Pandian, Kecamatan Kota Sumenep. Oknum kiai ini diduga kuat menjadi pengedar narkotika jenis sabu.

"Penangkapan terhadap tersangka ini berawal dari informasi masyarakat, jika di rumah tersangka kerap terjadi transaksi narkoba," kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Hasanudin, Minggu (25/10/15).

Ia mengungkapkan, saat dilakukan penggerebekan, ternyata benar, di ruang tamu tersangka ditemukan sabu, seperangkat alat hisap, berikut kompor sabu.

"Tersangka diduga bukan hanya pengguna, melainkan juga pengedar sabu, karena di rumah tersangka juga ditemukan timbangan elektrik dan sabu yang dimasukkan dalam kantong plastik kecil-kecil siap edar," ujar Hasanudin.

Ia memaparkan, dari rumah tersangka berhasil disita sejumlah barang bukti (BB). Diantaranya, 2 kantong plastik klip ukuran sedang, masing-masing berisi 10 kantong plastik klip kecil. Kantong plastik klip kecil tersebut berisi sabu dengan berat kotor masing-masing 0,25 gram, sehingga total berat kotor 5 gram.

"Selain itu, kami juga menyita 6 kantong plastik klip kecil berisi sabu dengan berat kotor masing-masing 0,36 gram, 0,26 gram, 0,22 gram, 0,31 gram, 0,32 gram dan 0,34 gram, sehingga total berat kotor 1,81 gram," ungkapnya.

Ia menambahkan, barang bukti lain yang disita berupa 2 bendel plastik klip kecil dan 1 bendel kantong plastik klip ukuran sedang dalam keadaan kosong, kemudian 1 buah sendok sabu, dan 2 timbangan elektrik.

"Dari tangan tersangka kami juga menyita uang tunai Rp 5.700.000 yang diduga merupakan hasil penjualan sabu," paparnya.

Tersangka bernama M. Zainul Mukhlis bin Takiudin Arif (49), warga Jalan Pesantren, Pandian, Kota Sumenep ini merupakan 'pemain lama', saat ini diamankan di Mapolres Sumenep, dijerat pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) Undang-undang no 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara, serta denda minimal Rp 1 milyar dan maksimal Rp 10 milyar.

"Tetapi kalau nanti hasil labfor berat bersih narkotika jenis sabu yang disita dari tersangka lebih dari 5 gram, maka yang dijeratkan adalah pasal 114 ayat  (2) subider pasal 112 ayat  (2), dengan ancaman hukuman seumur hidup atau penjara minimal 6 tahun, maksimal 20 tahun penjara," pungkasnya.