- - - -
Facebook  Twitter  Google+

23/10/2015

Komentar Mensos Khofifah Terkait Hukuman Kebiri Kimia

lintasmaduranews - Presiden Jokowi dalam waktu dekat akan mengeluarkan Perppu yang mengatur hukuman kebiri kimia bagi para  paedofil. Langkah ini diapresiasi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

"Saya dari tahun 2.000 sudah mendiskusikan soal ini," kata Khofifah usai menghadiri acara Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2015).

Khofifah mengatakan hukum kebiri ini sudah diterapkan oleh banyak negara maju. Alasannya, karena dianggap mampu melindungi warga negara secara maksimal.

"Pasti sudah dilihat bagaimana hal-hal yang memungkinkan bisa muncul residivis predator dan yang bisa mereduksi kemungkinan korban-korban baru. Makanya yang dilakukan adalah pemberatan hukuman," sambungnya.

Ia yakin dalam Perppu yang nanti diterbitkan oleh Presiden Jokowi, kan dikualifikasikan kejahatan apa saja yang akan dihukum kebiri.

"Saya yakin pasti tidak digeneralisir, saya yakin ada kriteria tertentu, ada kualifikasi tertentu, stratifikasi tertentu," sambungnya.

Sebelumnya, Sekretaris Negara Pramono Anung mengatakan dalam menetapkan hukuman itu, Presiden Jokowi sudah mempertimbangkan HAM bagi pelaku. Namun, kekerasan terhadap anak dampaknnya sudah luar biasa dan tidak manusiawi.

Draf Perppu sedang dipersiapkan oleh menteri-menteri terkait di bawah koordinasi Menko PMK Puan Maharani. Inisiatif mengenai hukuman ini diputuskan bersama dalam rapat kabinet terbatas di Istana Negara pada Selasa (20/10).