- - - -
Facebook  Twitter  Google+

28/10/2015

KPU Sumenep Tetapkan 658 Pemilih Tambahan

lintasmaduranews - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan daftar pemilih tetap tambahan- 1 (DPTb1) pemilihan bupati dan wakil bupati setempat, Rabu (28/10/15).

Ketua KPU Sumenep, A. Warits menyampaikan, penetapan daftar pemilih tambahan tersebut merupakan pemilih yang belum terdaftar pada penetapan DPT sebelumnya

"DPTb1 ini memuat warga Sumenep yang mempunyai hak pilih, tetapi belum tercantum dalam DPT yang sudah kami tetapkan beberapa waktu lalu," kata Warits, Rabu (28/10/15).

Ia memaparkan, total DPTb1 yang ditetapkan sebanyak 658 pemilih, yang tersebar di 18 kecamatan, dan 84 desa di 206 TPS. Rinciannya pemilih laki-laki 374, dan pemilih perempuan 284 orang. Terbanyak dari Kecamatan Pragaan sebesar 418 orang.

"Data itu sudah final, hasil verifikasi jajaran kami di desa maupun di kecamatan. Jadi itu memang kondisi riil di lapangan," tandasnya.

Ia menerangkan, apabila setelah penetapan DPTb1 ini masih ada warga yang punya hak pilih tetapi belum terdaftar di DPT, maka akan dimasukkan dalam DPT tambahan 2 (DPTb2) saat hari 'H' pemungutan suara.

"Pemilih yang punya hak pilih tapi belum masuk ke DPT maupun DPTb1, kami pastikan tidak akan kehilangan hak pilihnya. Mereka tetap bisa datang ke TPS pada hari 'H' dengan membawa kartu identitas setempat," ujarnya.

Sebelumnya, KPU Sumenep telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan bupati/ wakil bupati setempat pada tanggal 02 oktober 2015 sebanyak 903.164 orang, dengan rincian 426.023 laki-laki, dan 477.141 perempuan.

Pilkada Sumenep yang akan digelar pada 9 Desember 2015 mendatang diikuti dua pasangan calon bupati-calon wakil bupati (cabup-cawabup). Pasangan nomor urut 1 yakni A. Busyro Karim dan Ahmad Fauzi, diusung koalisi PKB-PDI Perjuangan didukung NasDem. Kemudian pasangan cabup-cawabup nomor urut 2 adalah Zainal Abidin dan Dewi Khalifah, diusung koalisi 8 parpol, yakni Partai Demokrat, PAN, PKS, PPP, Gerindra, Hanura, Golkar dan PBB.