- - - -
Facebook  Twitter  Google+

22/10/2015

Kronologi Pembunuhan Sekeluarga di Sumenep

lintasmaduranews - Pembantaian sadis di Jl. KH Zaenal Arifin Sumenep diawali dengan cekcok antara Abdul rahman, ayah mertua Beni, tersangka pelaku.

"Dini hari Beni ini tiba-tiba datang ke rumah. Yang membukakan pintu ayah mertuanya. Kemudian sempat cekcok, ribut, entah bagaimana, Beni tiba-tiba menusukkan golok ke ayah mertuanya," kata Sis, sepupu korban.

Waktu mendengar ribut-ribut itu, ibu mertua pelaku keluar, berusaha melerai, ternyata ditusuk juga. Setelah itu istri pelaku keluar kamar, ditusuk juga. "Bahkan keponakannya ini menangis berteriak jangan om.. Kasihan. Jangan om, ternyata gak didengarkan, malah ditusuk juga," ujarnya.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Kamis (22/10/15) sekitar jam 03.00. Korban tewas yakni istri pelaku, Saradina (Dina), kemudian ayah mertua pelaku, Abdul rahman, dan ibu mertua pelaku, Suhariah. Sementara keponakan korban, Nando, siswa kelas 3 SMA, kritis dan tengah dirawat di Rumah Sakit Daerah Sumenep dr. H. Moh. Anwar.

Sampai saat ini, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi di lapangan. Polisi juga memasang 'police line' tiga lapis di lokasi, untuk memudahkan proses penyidikan.

Versi warga, pembantaian sadis itu diduga akibat persoalan rumah tangga. Tersaangka pelaku dan istrinya tengah pisah ranjang dan dalam proses perceraian. Pelaku tampaknya ingin kembali, tetapi pihak istri menolak.

Pelaku pembunuhan sekeluarga tersebut saat dalam pencarian polisi karena setelah membunuh pelaku kabur.