- - - -
Facebook  Twitter  Google+

22/10/2015

Motif Pembunuhan Sekeluarga di Sumenep

lintasmaduranews - Pembunuhan sadis yang dilakukan Beni, warga Surabaya terhadap istri, ayah, dan ibu mertuanya, warga Jl. KH Zaenal Arifin, Sumenep, diduga kuat karena persoalan rumah tangga.

"Beni dan Dina, sudah pisah ranjang. Sekarang ini dalam proses perceraian. Sepertinya  Beni ini masih seneng ke Dina, dan ingin kembali. Tapi Dina tidak mau," kata Sis, sepupu Dina.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Kamis (22/10/15) sekitar jam 03.00WIB  Korban tewas yakni istri pelaku, Saradina (Dina), kemudian ayah mertua pelaku, Abdul rahman, dan ibu mertua pelaku, Suhariah.

Sementara keponakan korban, Nando, siswa kelas 3 SMA, kritis dan tengah dirawat di Rumah Sakit Daerah Sumenep dr. H. Moh. Anwar. Baca Juga: Sadis Menantu Bantai...


"Sebelum kejadian pembunuhan itu, Beni ini pernah 'menculik' Dina, dibawa kabur ke Surabaya sekitar 2 minggu. Tapi akhirnya dikembalikan lagi ke Sumenep. Mungkin gak punya uang, Beni inikan pengangguran. Kerja serabutan," ujar Sis.

Ia menceritakan, pelaku pernah beberapa kali diberi modal usaha oleh keluarga istrinya, tetapi tidak pernah berwujud. Modal tidak kembali dan usahanya bangkrut.

"Beni dan Dina ini pernah jualan ote-ote di depan gang rumah ini. Laris sebenarnya ote-ote dan gorengan yang dijual itu. Tapi gak tahu kenapa kok berhenti gak jualan lagi. Modalnya habis. Setelah itu, Beni bekerja serabutan, mulai ngamen hingga bekerja kasar di Pelabuhan," ucapnya.