- - - -
Facebook  Twitter  Google+

21/10/2015

Muhammadiyah Tolak Hari Santri, Ponpes Nurul Cholil: Tidak Ada Masalah

lintasmaduranews - Pengasuh Pondok Pesantren di Kabupaten Bangkalan tidak mempersoalkan penolakan Muhammadiyah pada penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

"Jangankan soal hari santri, soal rukyah pun berbeda, tidak ada masalah," kata Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan, KH Hasani Zubair, Rabu (21/10/2015).

KH Hasani yakin penolakan Muhammadiyah tersebut atas kajian yang mendalam. Namun, menurutnya, tanggal 22 Oktober sangat tepat dijadikan Hari Santri Nasional, karena pada tanggal itu kalangan santri yang disepuhi KH Hasyim Asy'ari mengeluarkan resolusi jihad.

"Andai KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhamadiyah) hidup saat ini, beliau akan setuju," tegasnya.

Agar penolakan itu tidak menciptakan ketegangan antara warga NU dan Muhammadiyah di daerah, KH Hasani meminta warga NU tidak reaktif atas penolakan tersebut. Karena berbeda pandangan adalah hal biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan.

"Pemerintah juga tidak asal memilih tanggal itu sebagai hari Santri Nasional," ungkap kiaiketurunan ulama kharismatik Bangkalan, KH Mohammad Kholil ini.