- - - -
Facebook  Twitter  Google+

24/10/2015

Nguras Sumur, Dua Satri Ponpes Annaqsabandiyah Sampang Meninggal Dunia

lintasmaduranews - Fathor (17) asal Desa Birem Tembelangan dan Mas'udi (18) asal Desa olor Kecamatan Banyuates yang merupakan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Annaqsabandiyah, Dusun Ombul, Desa Bringin, Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang meninggal dunia saat menguras sumur milik Ponpes tersebut.

Tidak hanya itu, dua orang santri lainya yang ikut membantu korban yaitu Rizal (22) asal Pontianak, Kalimantan dan Abdullah (18) asal Desa Birem, Kecamatan Tambelangan juga kritis dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat.

Menurut  Rizal korban yang berhasil sadar usai mendapat perawatan medis, mengatakan, Kejadian tersebut bermula saat mereka hendak melaksanakan piket bersih-bersih pukul 08.30 WIB Pagi. Sementara dirinya bersama tiga orang lainya memiliki tugas untuk menguras sumur dengan memasukkan pompa air ke dalam sumur.

"Setelah mesin pompa dimatikan, Fathor dan Mas'udi berada di dasar sumur dan berteriak minta tolong, maka saya juga ikut masuk ke dasar sumur, tapi kepala saya justru ikut pusing," kata Rizal, Sabtu (24/10/2015).

Lanjut Rizal, karena kami bertiga di dalam sumur, maka Abdullah juga nyusul, akan tetapi juga mual-mual, tapi berhasil membawa teman kami ke atas.

"Sesampainya di atas, Mas'udi dan Fathor pingsan dan meninggal mas, sedangkan Abdullah di bawa ke RSUD Sampang karena kritis," imbuhnya.

Terpisah, kepala Puskesmas Tambelangan Moh Romzah saat di konfirmasi menyatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, semua korban mengalami kekurangan oksigen. Terlebih juga ditengarai adanya gangguan asap pompa air di dalam sumur sedalam 40 meter tersebut.

"Semua korban mengalami kekurangan oksigen gejalanya sama yaitu, pusing, mual dan sesak nafas, akan tetapi nyawa Mas'udi dan Fathor tak terselamatkan karena berada di dalam sumur sejak awal," pungkasnya.

Pantauan di lapangan, beberapa polisi sudah tiba di lokasi dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Tak hanya itu sumur maut milik pondok pesantren Annaqsabandiyah tersebut juga sudah dipasanggi garis police line.

Sumber : beritajatim
Foto : korankabar