- - - -
Facebook  Twitter  Google+

07/10/2015

Pedagang Tagih Janji Bupati Pamekasan

lintasmaduranews - Sejumlah pedagang korban kebakaran Pasar Pakong, Pamekasan menagih janji pada Pemkab Pamekasan mengenai bantuan sosial (bansos) yang telah dijanjikan pemkab.

Sebab rencana bantuan itu akan diberikan pada pedagang, setelah dilakukan pendataan jumlah pedagang yang menjadi korban kebakaran. Walau pendataan sudah selesai empat bulan lalu, namun sampai sekarang bantuan itu belum dikucurkan.

Salah seorang pedagang, Abdullah, mengatakan, walau bansos yang dijanjikan kepada pedagang nilainya jauh dari cukup, namun pedagang tetap mengharap bansos itu, sebagai tambahan modal buat pedagang.

“Kami sudah lupa kapan kami didata dan diminitai tanda tangan. Katanya bansos segera dicairkan. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan, apakah jadi kami dibantu apa masih ditunda. Kami sudah nanya pada petugas pasar, juga tidak mengerti,” ujar Abdullah, Selasa (6/10/2015).

Menurut Abdullah, sebelumnya pedagang tidak pernah mengajukan bansos kepada pemerintah. Tapi pemerintah sendiri yang menjanjikan, sehingga ketika pedadang didata dan disuruh membubuhkan tanda tangan, pedagang senang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Bambang Edy Suprapto mengatakan sudah mengasulkan pedagang korban kebakaran untuk mendapatkan bansos. Tapi karena alasan segera dibangunnya pasar itu, maka bansos itu gagal tidak jadi diberikan kepada pedagang.

Berdasarkan data yang dilakukan, terdapat 600 pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Pakong. Rencananya, tiap pedagang mendapatkan bansos sebesar Rp 5 juta atau dana seluruhnya sebesar Rp 3 miliar.

“Dengan pertimbangan untuk percepatan pembangunan Pasar Pakong, jika bantuan Rp 3 miliar diberikan sebagai bentuk bantuan hibah kepada pedagang, tentu pembangunan pasar menjadi terlambat,” ujar Bambang Edy Suprapto.

Kini pemkab akan membangun pasar sebanyak dua los dan 11 kios, yang dipastikan mampu menampung semua korban pedagan korban kebakaran. Dana yang sudah dipersiapkan sebesar Rp 6 miliar, diambil dari dana alokasi khusus (DAK) dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Pamekasan.