- - - -
Facebook  Twitter  Google+

16/10/2015

Pembangunan Bandara di Kangean Masih Nunggu Kesepakatan Harga Lahan

lintasmaduranews - Pembangunan Bandara di Pulau Kangean sampai saat ini masih terkatung-katung lantaran harga lahan masih belum ada kesepakatan. Guna memperoleh kesepakatan tersebut, pemerintah Kabupaten Sumenep menunjuk Tim Independen untuk menaksir harga.
"Untuk menentukan harga lahan yang akan dibebaskan, kami memang melibatkan pihak ketiga, yakni tim independen. Tim itulah yang akan menaksir harga lahan. Tidak bisa kalau kami menentukan sendiri harganya," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep, Moh Fadillah, Jumat (16/10/15).
Ia menjelaskan, hasil taksiran harga dari tim independen tersebut akan dijadikan patokan untuk menentukan harga pembelian lahan yang akan dibebaskan guna kepentingan pembangunan lapter di Pulau Kangean.
"Sampai saat ini, kami masih menunggu hasil taksiran harga dari tim independen itu. Nanti setelah taksiran harga itu keluar, maka akan dilakukan pertemuan antara pemerintah daerah dengan pemilik lahan, untuk mencari kesepakatan harga," ujarnya.
Lapangan terbang Pulau Kangean ditetapkan berlokasi di Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa. Penetapan lokasi tersebut telah melalui survei dan studi kelayakan yang dilakukan pada 2014. Lapangan terbang Kangean akan difungsikan sebagai bandara (jalur penerbangan) perintis.
"Tahun ini untuk kepentingan pembangunan Lapter Kangean, Pemkab berencana membebaskan lahan sekitar 10 hektare. Kami sudah mengalokasikan dana sekitar Rp.1,1 miliar dari APBD Sumenep 2015 untuk pembebasan lahan, dan pemagaran lahan," terang Fadillah.
Panjang 'runway' di lapangan terbang Kangean yang akan dibangun di Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa tersebut direncanakan sekitar 1.100 meter dengan lebar sekitar 20 meter.