- - - -
Facebook  Twitter  Google+

28/10/2015

Pilkades di Desa Pangongsean Sampang Ricuh Hingga Adu Jotos

lintasmaduranews - Pemilihan Kepala Desa di Desa Pangongsean Kecamatan Torjun Kabupaten terjadi kericuhan hingga adu jotos yang disebabkan adanya kesalahpahaman antara antara Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) dengan calon pemilih.

Kejadian tersebut bermula saat salah satu warga bernama Hosen ketika hendak mendaftar untuk mencoblos diragukan keabsahanya sebagai penduduk setempat sehingga dipertanyakan identitasnya oleh panitia. Hosen pun mejelaskan dirinya memang bukan asal setempat namun KK dan KTP beralamat di desa Pangongsean. Adu mulut hingga adu jotospun terjadi.

" Saya memang bukan asli warga Pengongsean, akan tetapi KTP dan KK saya tercatat sebagai warga setempat kok masih di ragukan, dan karena kejadian itu kemudian warga berteriak - teriak dan saya dipukuli hingga babak belur," kata Hosen saat di hubunggi melalui jaringan telepon, Rabu (28/10/2015).

Lebih lanjut Hosen mengatakan, akibat penganiayaan itu Hosen di amankan di Mapolsek Torjun untuk menghindari amuk warga yang semakin memuncak.

" Untung saja petugas di lokasi pencoblosan sigap sehingga nyawa saya terselamatkan, sementara kalau jumlah yang memukuli saya banyak mas dan saya tidak kenal," tandasnya.

Terpisah, AKP Harifi Kahar Kapolsek Torjun, saat di temui membenarkan kejadian tersebut. Namun, pihaknya belum bisa memperoses secara hukum lantaran menghindari memanasnya situasi pelaksanaan pemilihan kepala desa di Desa Pangongsean.

" Untuk sementara situasi sudah kondusif dan pelaksanaan pemilihan berjalan dengan lancar," kata Harifi.

Sekedar diketahui, Pilkades serentak di 108 Desa se-Kabupaten Sampang masih berjalan. Rata-rata desa yang lelaksanakan Pilkades sudah menginjak kepada proses penghitungan surat suara.