- - - -
Facebook  Twitter  Google+

28/10/2015

PMII Bangkalan Tuntut Pemkab Peringati Hari Sumpah Pemuda

lintasmaduranews - Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahaiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bangkalan menggelarkasi di depan gedung DPRD setempat. Aksi tersebut merupakan dalam rangka merayakan peringatan Sumpah Pemuda ke ke-87.

Dalam aksinya, para aktivis PMII menggugat pemeritah kabupaten Bangkalan yang sudah dua tahun tidak merayakan peringatan Sumpah Pemuda yang seharusnya dijadikan momentum semangat kerja dalam melayani masyarakat.

“Kami menggugat Pemkab Bangkalan yang tak pernah lagi memperingati Hari Sumpah Pemuda hampir dua tahun,”ujar korlap aksi PMII Cabang Bangkalan, Hasanuddin.

Tidak hanya itu, mereka juga mensinyalir banyak aparat PNS di Bangkalan yang tidak hafal sumpah pemuda. “Kami yakin banyak aparat PNS di Bangkalan yang tidak hafal sumpah pemuda,”cetusnya.

Selain itu, PMII dalam aksinya kali ini juga menuntut Bupati Bangkalan, Makmun Ibnu Fuad  agar segera membentuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tingkat kabupaten. “KPAI bisa menjadi lembaga yang fokus menangani kekerasan terhadap anak-anak. Karena anak merupakan generasi penerus bangsa ini khususnya kabupaten Bangkalan”,tegas Hasanuddin.

Sementara itu, Asisten Pembangunan Setda Bangkalan, Tamar Jaya yang menemui mahasiswa mengatakan, bahwa pemkab bukan tidak ingin memperingati Hari Sumpah Pemuda. Tapi waktu acara memperingatinya digeser. “Peringatan Sumpah Pemuda kita geser bersamaan dengan upacara apel pagi pada setiap hari senin,” kilahnya.

Usai Tamar Jaya memberi penjelasan, para pendemo meminta Tamar Jaya untuk melafalkan Dumpah Pemuda. Namun dalam pelafalannya, Tamar Jaya salah.

Pada poin pertama, Tamar melafalkan “kami pemuda pemudi Indonesia”. Padahal semestinya poin tersebut berbunyi “kami putra putri Indonesia”. Tak ayal, kesalahan tersebut menjadi bahan ejekan mahasiswa.

Suasana tenangpun menjadi gaduh. “Ini sangat memalukan, pejabat saja tidak hafal teks sumpah pemuda,”cetus Ketua PC PMII Bangkalan, Mufti Shohib ketika berorasi.

Menurutnya, kejadian memalukan itu sebagai bukti jika Pemkab Bangkalan tidak pernah menggelar upacara hari-hari besar nasional. Menurut Mufti Sohib, seharusnya momentum bersejarah ini dijadikan sebagai refleksi bagi para pejabat untuk bekerja lebih baik demi kepentingan rakyat.