- - - -
Facebook  Twitter  Google+

22/10/2015

Polres Pamekasan Belum Tetapkan Pemerkosa Anak Tiri

lintasmaduranews - Polres Pamekasan, Madura, Jawa Timur, hingga saat ini belum menetapkan tersangka pemerkosa anak tiri. Padahal kasus tersebut sudah dilaporkan sejak, pada Selasa (21/10/2015) lalu.

Namun selama seminggu ini polres baru memeriksa dua saksi, yakni pihak sekolah dan tetangga korban. Sementara ayah tirinya, HRD (32) dan ibu kandungnya IYL (32), belum dimintai keterangan.

Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP Bagio S, Rabu (21/10/2015) mengatakan, walau penyidik sudah meminta keterangan terhadap dua saksi. Namun untuk menetapkan tersangkanya, tidak cukup kedua saksi itu, melainkan masih memerlukan keterangan saksi lain.

“Sampai saat ini kami belum menetapkan tersangkanya. Sebab kami masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi, yang dianggap mengetahui kejadian itu. Nah, mengenai ibu kandung korban, nanti kami juga panggil untuk dimintai keterangan,” papar Subagio.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pamekasan, Abrori Rais, menyatakan pihaknya kini sudah melibatkan diri untuk pendampingan korban. Baik secara hukum maupun perkembangan korban.
Dijelaskannya, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak Woman’s Crisis Centre (WCC) Pamekasan, yang sejak awal mendampingi korban. Sehingga, pendampingan terhadap korban terus dilakukan hingga proses hukumnya selesai.

Diakui, selain bertemu WCC, pihaknya sudah bertemu korban dengan menggali informasi saebanyak-banyaknya, menyangkut peristiwa yang selama in dialami korban.

“Kami memaklumi, akibat kejadian ini Koran mengalami goncangan jiwa yang cukup hebat. Sehingga fokus kami sekarang, mendampingi dalam hal psikologi korban,” ungkap Abrori Rais.

Seperti diberitakan, kasus perkosaan menimpa Bunga yang dilakukan ayah tirinya dan sempat dilaporkan ke Polres Pamekasan, namun kemudian dicabut kembali, mengundang protes pegiat perempuan WCC Pamekasan. Karena korban bukan hanya diperkosa, tapi ibu kandung korban menjual ke pria lain.

Foto: korankabar