- - - -
Facebook  Twitter  Google+

30/10/2015

Polres Sumenep Gelar Rekosntruksi Pembunuhan Sekeluarga

lintasmaduranews - Polres Sumenep menggelar rekonstruksi pembunuhan sekeluarga yang dilakukan Benni Sukarno dan mengakibatkan 3 orang tewas, di Jl. Zaenal Arifin, Bangselok, Kecamatan Kota Sumenep.

"Rekonstruksi itu tidak kami gelar di tempat kejadian perkara (TKP), tapi di Polres. Ini demi menjaga kondisi psikologis keluarga korban dan pertimbangan keamanan," kata Kasat Reskrim Polres Sumenep, Iptu I Gede Pranata Wiguna, Kamis (29/10/15).

Pada Kamis (22/10/15) sekitar jam 03.00, tersangka Benni Sukarno, yang telah beberapa lama pisah ranjang dan dalam proses perceraian,  tiba-tiba datang ke rumah istrinya di Jl. KH zaenal Arifin. Ia berniat mengajak 'rujuk' dan membawa istrinya ke Surabaya. Namun melihat kedatangan tersangka, saat itu istrinya menjerit histeris. Tersangka panik dan menusuk dada istrinya dengan pisau.

Mendengar ribut-ribut, Suhariah, ibu mertua tersangka bermaksud melerai. Namun malah ikut ditusuk pisau. Tidak berhenti sampai disitu, Abdul Rahman, ayah mertua tersangka, yang datang dan mencoba melawan dengan pentungan, juga tidak luput dari tikaman pisau tersangka. Akibatnya, tiga korban itupun tewas.

Sementara keponakan korban, Hengki Tornando (Nando), siswa kelas 3 SMA yang mencoba menghalangi aksi sadis tersangka, juga mengalami luka tusuk di dada. Nando selamat meski sempat kritis dan  dirawat di Rumah Sakit Daerah dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

Tersangka ditangkap polisi pada malam harinya sekitar pukul 19.30 WIB di sebuah ruangan tak ditempati di lantai II rumah tetangga korban.

"Dalam rekonstruksi ini, tersangka memperagakan 11 adegan, mulai tersangka tiba di Terminal Aryawiraraja Sumenep, kemudian sampai ke rumah korban, hingga ketika tersangka mengeksekusi korban, dan bersembunyi di loteng kosong di rumah milik tetangga korban," ungkap Gede.

Ia menjelaskan, rekonstruksi dilakukan untuk menambah keyakinan tim penyidik terhadap keterangan yang diberikan tersangka dan saksi. Rekonstruksi tersebut juga untuk memperkuat berita acara pemeriksaan kasus pembunuhan itu.

"Dari rekonstruksi itu, semuanya klop dengan keterangan tersangka dan saksi. Karena itu, setelah rekonstruksi ini, penyidik tinggal melengkapi berkas perkara," terangnya.

Tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 44 ayat 3 UU Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangg,a junto pasal 351 ayat 3 KUHP, junto pasal 80 ayat 2 UU Perlindungan Anak.