- - - -
Facebook  Twitter  Google+

14/10/2015

Rayakan Tahun Baru 1437 H, Ponpes Annasyiin Gelar Pawai Obor

lintasmaduranews - Pondok Pesantren An-Nasyiin Desa Grujugan Kecamatan Larangan Pamekasan mengikuti pawai obor, Selasa (13/10/2015) sekitar pukul 18.30 WIB.
Pawai obor digelar dalam rangka merayakan tahun baru islam 1437 Hijriyah yang jatuh pada 1 Muharrom. Peserta pawai merupakan seluruh santri PP Annasyiin mulai dari tingkat TK hingga tingka SMK.
Menurut Pengasuh Ponpes Annasyiin, KH. Ach. Fauzi Hasbullah, pawai obor tersebut sebagai simbol bahwa umat islam harus keluar dari dunia kegelapan menuju dunia yang terang benderang.
“Pawai obor ini lambang bahwa umat islam harus keluar dari Jahiliyah (kegelapan.red) menuju terang benderang,” katanya kepada wartawan.
Dikatakan Fauzi, selain itu pawai obor tersebut diharapkan agar umat islam tidak hanya merakayakan tahun baru masehi yang banyak dijejali budaya barat. Dan agar para santri juga tahu bahwa umat islam punya tahun baru.
“Banyak anak-anak yang terpengaruh terhadap budaya-budaya non muslim yang dihembuskan melalui tahun baru masehi,” imbuhnya.
Selain pawai obor, juga digelar pemotongan tumpeng sebagai bentuk syukuran dalam perayaan tahun baru hijriah yang dibagikan kepada seluruh santri setelah pelaksanaan pawa obor.
“Ini nasi Teppeng (Tumpeng) sebagai ucapan Terima kasih pada Sang Pencipta,” katanya.
Ia menambahkan, Nasi teppeng tersebut memang sengaja dibuat karena ada falsafah yang mengandung arti terhadap ketauhidan. Dijelaskan, setelah istighosah semua nasi tersebut akan dibagikan kepada semua santri dan warga yang ada di lokasi.
“Teppeng Kan Bahasa Madura, yang artinya Terima kasih Pada Pencipta,” tambahnya.
Ia berharap dengan dilaksanakan peringatan tahun baru Hijriah semua santri dan masyarakat secara umum tidak terpengaruh dengan budaya barat, karena selama ini pemuda jarang sekali merayakan tahun baru Islam melainkan yang dirayakan hanya tahun baru masehi.