- - - -
Facebook  Twitter  Google+

19/10/2015

Saling Klaiem Rumput, Abdurrahman Sabet Kepala Fitriah Pakai Celurit

lintasmaduranews - Abdurrahman (56) alias Ahma, warga Desa Campor Barat, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Maduram, menyabet tetangganya sendiri, Nurul Fitriah (21), dengan menggunakan celurit, Senin (19/10/2015). Akibatnya, Korban mengalami luka serius di kepalanya dan dibarawat di rumah sakit.

Wasit, suami korban menceritakan, peristiwa tersebut bermula saat korban menyabit rumput di pembatasan lahan yang berbatasan dengan lahan milik pelaku. Tiba-tiba pelaku datang ke lokasi tersebut dan menyapa korban.

Pelaku mengklaim bahwa rumput yang disabit korban merupakan milik pelaku, namun korban mengklaim juga milik korban, akhirnya terjadi pertengkaran mulut. Karena merasa kesal, pelaku langsung mengayunkan celurit yang dibawanya ke kepala korban sehingga tersengkur dan berteriak minta tolong.

Warga sekitar mendengar teriakan korban dan mendatangi lokasi kejadian. Karena warga berdatangan ke lokasi, pelaku melarikan diri. Warga memberi tahu kelaurga korban dan ada yang melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Ambunten.

"Semula dia menegur istri saya. Dia bilang, enak ya menyabit rumput pagi-pagi," ujar Wasit, suami korban, sebgaimana dilansir media surya.

Nurul pun menjawab. "Iya, memang enak cari rumput pagi-pagi, apalagi di lahan milik sendiri," lanjut Wasit menirukan cerita istrinya.

"Istri saya sudah tertelungkup bermandikan darah. Kami bersama warga langsung melarikan istri ke rumah sakit, karena darahnya terus memancar seperti air ledeng," lanjut Wasit.

Berselang tidak begitu lama, petugas datang ke lokasi dan langsung memburu pelaku. Dalam waktu tidak lama pelaku yang bersembunyi di suatu tempat, ditemukan dan dibekuk, kemudian digelandang ke Mapolres Sumenep.

"Motifnya, ya soal klaim ladang rumput di tanggul yang menjadi pembatas antara tanah milik korban dan pelaku. Tetapi itu pemeriksaan dari satu pihak, belum lagi hasil pemeriksaan dari korban," papar Kapolsek Ambunten, Iptu Supardi.

Tersangka bakal dijerat pasal 351 ayat (1) tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukumnan minimal 2,8 tahun dan maksimal 5 tahun penjara.

Polisi masih belum bisa meminta keterangan dari korban, karena korban saat ini masih menjalani perawatan intensif tim medis.

Korban yang menderita luka di kepala hingga tembus tengkorK kepalanya itu masih kritis, bahkan kerapkali tak sadarkan diri.