- - - -
Facebook  Twitter  Google+

28/10/2015

SCW Menduga Pembelian Tanah Gedung Baru DPRD Sumenep Terjadi Mark Up

lintasmaduranews - Sumenep Corruption Watch (SCW), Madura, Jawa Timur menduga pembebasan lahan gedung baru DPRD setempat di daerah Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, terjadi mark up.

Aktivis SCW, Junaidi mengatakan, harga tanah di daerah sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Rp.7.00.000,' permeter. Namun Dewan menyetujui Rp. 950.000,- permeter.

“Harga tanah di daerah tersebut sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) hanya berkisar Rp 700 ribu, namun yang disetujui oleh pihak DPRD Rp 950 ribu permeter,” ujarnya kepada RRI, Rabu (28/10/2015).

Selain itu lanjut Junaidi, panitia pengadaan lahan maupun sekretariat DPRD terkesan tidak terbuka, seharusnya proses pengadaan lahan tersebut diumumkan lewat media, bahkan informasi yang pihaknya peroleh pengadaan tersebut dikondisikan.

“Zonasenya juga perlu dipertanyakan, sebab area tersebut merupakan lahan pertanian,” imbuhnya.

Sedangkan lahan di Kabupaten Sumenep tandas pria asal Kecamatan Guluk – Guluk itu masih banyak yang dirasa lebih representatif dari lahan di Desa Gedungan. Pihaknya menyontohkan area di Desa Batuan yang letaknya strategis serta harganya jauh lebih murah.

Sementara itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumenep Moh Mulki membantah dugaan adanya mark up harga pada pengadaan lahan gedung baru DPRD Sumenep di Desa Gedungan.

“Gimana saya mau mark up harga la wong itu yang menetapkan kan dari Konsultan Independen yakni Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Yanuar Bey dan Rekan, bukan saya,” jelas Mulki.

Menurutnya, penetapan harga tersebut merupakan harga yang pihaknya ajukan di bawah standar harga yang ditetapkan oleh KJPP Yanuar Bey dan Rekan.

“Saya tidak bisa menyebutkan secara pasti harga yang ditetapkan oleh KJPP namun dipastikan Rp 950 ribu per meternnya, itu di bawah harga yang ditetapkan,” tandasnya.

Lebih lanjut Mulki menjelaskan, sebelum ditetapkan di Desa Gedungan, ada tiga area yang diajukan ke KJPP Yanuar, namun yang dinilai layak oleh Konsultan Independent tersebut yakni di Desa Gedungan.