- - - -
Facebook  Twitter  Google+

27/10/2015

Siswi SMPN Kelas 3 Membuang Bayi Kandungnya Hidup-Hidup

lintasmaduranews - Warga Kelurahan Slawu, digegerkan dengan ditemukaanya seorang bayi laki-laki tergeletak di pinggir jalan setapak di sebuah kebun Jalan Manyar, Kecamatan Patrang, Jember, Selasa (27/10/2015).

Warga sangat kaget karena bayi itu masih dalam keadaan hidup dengan sedikit luka lebam di pipinya. Bayi itu ditinggalkan dalam kondisi telanjang.

Warga yang menemukan bayi itu adalah Ny Yati (50) dan Neti (60), kedua ibu rumah tangga ketika menuju kebun untuk mencari daun pisang dan membuang sampah.

"Kami denar suara banyik menrengek, lalu disamperin, ternyata beneran  bayi dan kami langsung melapor ke RT," papar Yati.

Keduanya saling mengobrol sampai kemudian dikejutkan dengan suara rengekan bayi. Keduanya kemudian mencari asal suara bayi. Betapa terkejutnya ketika keduanya mendapati sesosok bayi telanjang tertelungkup di atas sampah kering.

Karena masih hidup, keduanya langsung bergegas melapor ke RT setempat. Seorang warga disaksikan perangkat desa kemudian menolong bayi dan melarikannya ke Mantri Kesehatan.

Setelah dimandikan dan dirawat, barulah perangkat RT melaporkan ke Mapolsek Patrang.

Setelah menerima laporan, polisi langsung menyelidiki kasus itu. Berselang sekitar tiga jam setelah penemuan bayi, polisi berhasil menangkap ibu kandung bayi tersebut.

Ironisnya, ibu bayi itu masihlah anak-anak. Remaja putri berinisial SF itu masih berusia 14 tahun. Ia kini duduk di bangku kelas 3 sebuah SMP Negeri di Jember.

Kepada polisi, remaja berbadan subur itu mengaku membuang bayinya, Selasa (27/10/2015) dini hari. Awalnya ia sempat mengelak, meskipun pada akhirnya ia mengakui sebagai ibu kandung bayi tersebut.

"Kami mendapatkan informasi dari warga sekitar, tentang orang melahirkan. Kami cek dan akhirnya amankan dia. Ternyata ibu bayi masih anak di bawah umur," ujar Kapolsek Patrang AKP Viebe Panomban.

SF mengaku melahirkan dua hari lalu dan kemudian membuang bayinya. Ia membuang bayi itu karena lahir dari kehamilan yang tidak diinginkan. SF juga tidak menyebutkan siapa ayah dari bayi tersebut.

"Kami masih lakukan pemeriksaan, termasuk juga memeriksa kondisi kesehatan ibu bayi tersebut ke RSD dr Soebandi Jember," tegas Viebe.