- - - -
Facebook  Twitter  Google+

27/10/2015

Siswi SMPN yang Membuang Bayi Sebut Nama Pemuda

lintasmaduranews -Polisi Jember tidak hanya mengamankan ibu pembuang bayi laki-laki telanjang di Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember tetapi juga menangkap pemuda berinisia; MB (19), warga Kelurahan Jumerto, Kecamatan Patrang.

Pemuda itu ditangkap atas tuduhan berhubungan badan dengan SF (14), seorang anak di bawah umur.

SF merupakan pelajar sebuah SMP Negeri di Jember yang mengandung di luar nikah. SF kemudian membuang bayinya ke sebuah kebun di Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, Selasa (27/10/2015).

Polisi menangkap SF hanya berselang beberapa jam setelah laporan penemuan bayi oleh masyarakat. Dari penuturan SF, polisi kemudian menangkap MB. Namun MB menampik jika disebut sebagai ayah biologis bayi laki-laki tersebut.

"Bukan, saya bukan ayahnya. Karena ketika berhubungan sama saya pertama kali, dia mengaku sudah tidak datang bulan," ujar remaja lulusan sekolah dasar itu sebagaimana dilansir media SURYA.co.id.

MB juga mengaku bukan pacar SF. Bahkan ia mengaku tidak mengetahui nama asli SF. "Kepada saya, dia awalnya mengaku bernama Vita, kemudian Aisyah, kemudian Devi. Sampai sekarang nama aslinya saya tidak tahu," imbuhnya.

Tetapi ia mengaku berhubungan badan sebanyak tiga kali dengan SF. Keduanya berkenalan melalui pesan singkat. MB menuturkan SF-lah yang pertama kali menghubunginya melalui pesan singkat.

Setelah berkomunikasi selama sepekan melalui SMS, keduanya kemudian bertemu sampai akhirnya berhubungan badan. Waktu itu SF masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

"Cerita dia waktu itu dimarahi ibunya, kemudian ngajak saya keluar. Akhirnya ya saya ajak begitu dan dia mau. Dia juga bilang sudah tidak datang bulan," lanjutnya.

MB mengaku tidak pernah berkomunikasi lagi dengan SF saat SF hendak ujian kenaikan kelas 3 SMP.

Karenanya ia kaget saat ditangkap dan tidak mau disebut sebagai ayah biologis bayi merah yang ditemukan masih hidup tersebut.

"Masih kami selidiki dan kembangkan, siapa ayah biologis anak itu. Memang sudah kami amankan satu orang, tetapi masih kami dalami lagi," ujar Kapolsek Patrang AKP Viebe Panombon.