- - - -
Facebook  Twitter  Google+

23/10/2015

Warga Pamekasan Minta Hujan dengan Melakukan Okol

lintasmaduranews - Kekeringan melanda di beberapa wilayah di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Bantuan air bersih dari pemerintah pun tiada henti, namun masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, apalagi cara pendistribusiannya digilir.

Guna mendapatkan air, warga Dusun Blingih Desa Plakpak Kecamatan Pegantenan Pamekasan memohon hujan kepada Sang Pencipta, namun bukan dengan cara melakukan shalat sunnah Istisqa' (shalat untuk meminta hujan), melainkan dengan melakukan Okol.

Okol itu dilaksanakan di pematang sawah bekas tanaman tembakau sejak pukul 13.30 WIB sampai pukul 15.30 WIB dan diikuti warga dari lima kecamatan di Pamekasan. Okol sendiri merupakan sejenis gulat yang diperankan oleh dua orang laki-laki, siapa yang dapat menjatuhkan lawan hingga kondisi terlentang maka dianggap sebagai pemenang.

“Kalau jatuhnya terlentang dan punggungnya kotor berarti yang jatuh kalah,” kata Muzanni, salah satu juri okol, Jumat (23/10/2015).

Dikatakan Muzanni yang juga mantan peserta okol, untuk bisa ikut okol calon peserta harus latihan kurang lebih selama satu bulan karena okol tidak hanya adu kekuatan.

“Okol tidak hanya adu kekuatan, tapi juga butuh strategi agar bisa mengalahkan lawan,” imbuh Muzanni.

Pelaksaan Okol tersebut menjadi tontonan warga dan dalam pengamanan dari pihak kepolisian untuk menghindari terjadi pertengkaran sesama peserta atau sesama pendukung.

Sementara menurut cerita rakyat yang berkembang, okol berawal dari pertengkaran antar warga yang berebut air, namun setelah pertengkaran itu hujan pun turun. Sehingga sejak itulah okol digelar warga.

Sumber : maduracorner