- - - -
Facebook  Twitter  Google+

27/11/2015

157 TKI Asal Madura Ditangkap Polisi di Batam, 30 Orang dari Pamekasan

lintasmaduranews - Sebanyak 30 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Pamekasan ikut tertangkap bersama 157 TKI lainnya yang sama-sama berasal dari Madura. Penangkapan tersebut dilakukan oleh kepolisian Batam kemudian diinformasikan ke Pamekasan melalui Perlindungan Perempuan dan Anak serta  Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P2TP2A) Kota Batam.

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Apik, mengatakan, dirinya mendapatkan informasi tersebut dari Kabid P2TP2A Kota Batam, Kustrini, melalui sambungan telpon selulernya.

"Kabarnya kemarin (25/11), ada banyak warga Pamekasan, tertangkap saat hendak masuk ke negara tetangga (Malaysia) tanpa dilengkapi dokumen resmi," kata Apik, Kamis (26/11/2015).

Diungkapkan, para calon TKI tersebut saat ini ditampung di dua tempat berbeda di Kota Batam. "Sebanyak 94 calon TKI laki-laki ditampung di kantor dinas sosial dan perempuan, serta 63 TKI perempuan ditampung di kantor pusat pelayanan korban kekerasan perempuan dan anak," ungkapnya.

Pihaknya juga meminta kepada Pemkab Pamekasan, untuk segera melakukan kerjasama dengan pemerintah Kota Batam, sebagai upaya meminimalisir maraknya calon TKI ilegal asal Pamekasan. "Kalau sudah ada kerjasama, minimalnya bisa langsung komunikasi (antar pemerintah)," pintanya.

Politisi Partai Nasdem itu juga sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Pamekasan, terkait calon TKI ilegal. "Kami sudah koordinasi dengan dinsos terkait nasib mereka (calon TKI) yang kini masih ada di penampungan," jelasnya.

"Mereka sudah satu minggu ditampung disana, tapi nasibnya masih belum jelas. Sementara, pihak kota Batam sendiri masih bingung untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah asalnya. Makanya kami minta Dinsos segera lakukan langkah konkrit," pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemkab Pamekasan, khususnya dari Dinsosnakertrans terkait nasib para calon TKI ilegal  asal daerah yang identik dengan slogan Bumi Gerbang Salam.

Sumber : beritajatim