- - - -
Facebook  Twitter  Google+

01/11/2015

24 Pasang Sapi Karapan rebut Piala Presiden di Pamekasan

lintasmaduranews - Sebanyak 24 pasang sapi karapan dari empat kabupaten di Pulau Madura, Jawa Timur bersaing memperebutkan Piala Bergilir Presiden RI 2015 pada ajang festival karapi sapi yang digelar di Lapangan Stadion, Pamekasan, Minggu (1/11/2015).
"Pasangan sapi yang bersaing adu kecepatan pada ajang festival karapan sapi kali ini merupakan pemenang dari empat kabupaten di Madura ini," kata Kepala Bakorwil IV Pamekasan Asyhar.
Namun, karapan sapi kali ini masih belum bisa menghapus kekerasan terhadap sapi karapan. Melukai sapi dengan paku di bagian pantat, mengoleskan balsem ke sekujur tubuh sapi, menyiraminya dengan spirtus dan air jahe yang sudah ditumbuk, masih terus dilakukan pemilik sapi karapan.
Padahal, Gubernur Jawa Timur, sudah mengeluarkan peraturan agar kekerasan dalam karapan sapi Piala Presiden dihapus karena menyebabkan kontroversi di masyarakat dan ulama. Namun karapan sapi yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) IV Pamekasan, tetapi disaksikan Bupati se Madura dan perwakilan Gubernur Jawa Timur, termasuk Kepala Bakorwil sendiri.
Asyhar, Kepala Bakorwil, mengatakan, karapan sapi Piala Presiden kali ini sudah satu, tidak ada sistem kekerasan dan sistem anti kekerasan. Meskipun praktiknya di lapangan yang terjadi, ada kekerasan terhadap sapi.
"Kekerasan pada sapi itu merupakan dinamika di lapangan. Jadi saya tidak mau berdebat soal kekerasan dan anti kekerasan," terangnya saat diwawancarai sejumlah wartawan.
Asyhar hanya ingin pelaksanaan karapan sapi Piala Presiden RI, berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan apapun.
Namun, pihaknya akan berupaya agar karapan sapi di tahun-tahun mendatang lebih bagus dengan menggunakan tanpa kekerasan. Meskipun hal itu sulit, namun para tokoh, paguyuban sapi karapan, ulama dan pemerintah, akan mencarikan rumusan agar bisa disetujui tanpa kekerasan.
"Saya akan bicarakan bersama Bupati Pamekasan dan bupati lainnya setelah haji jadi selesai," ungkap Asyhar.