- - - -
Facebook  Twitter  Google+

19/11/2015

Anggota Mayapada Todong Kader PMII Gunakan Pisau


lintasmaduranews - Seorang  anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pecinta Alam Mayapada STKIP PGRI Sumenep bernama Khalilurrahman, menodong seorang kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STKIP PGRI Sumenep dengan menggunakan pisau di tempat parkir Kampus STKIP PGRI Sumenep, Rabu (18/11/2015).
Kronologi penodongan tersebut bermula saat Ulifiyah atasnama institusi PMII hendak menghadiri undangan pelantikan HMP PKn dan bedah buku yang ditempatkan di Kambus STKIP PGRI Sumenep. Sampai di tempat parkir Kampus STKIP, tiba-tiba Ulifiyah diminta melepaskan Jas Almamater PMII yang dikenakan Ulifiyah oleh Khalilurrahman. Namun Ulifiyah menolaknya.

“Saat saya di parkir, dia hampiri saya dan meminta melepaskan Almamater yang saya kenakan. Saat meminta melepaskan Almamater, dia menunjuk ke logo PMII, yang jelas ke tubuh saya dengan menggunakan pisau. Tapi saya tidak mempedulikan dia karena saya di undang atas nama institusi PMII, jadi tetap saya kenakan,” paparnya.

Beruntung ada anggota lain dari Mayapada yang mengamankan pisau itu dari tangan Khalilurrahman dan mempersilahkan Ulifiyah untuk masuk ke ruang acara pelantikan. Sampai di ruang acara, Ulifiyah didatangi lagi oleh Khalilurrahman bersama teman-temannya, meminta penjelasan kepada panitia penyelenggara. Dan Panitia memang mengundang PMII.

"Pisau itu diambil sama temannya dia (Khalilurrahman), entah dibawa kemana. Lalu saya terus ke ruang acara," paparnya.

Merasa tertekan dan kaget atas sikap Khalilurrahman, Ulifiyah meceritakan peristiwa itu ke teman-temannya di Sekretariat PMII. Mengetahui kejadian tersebut, teman-teman Ulifiyah merasa tidak terima karena dinilah telah melecehkan organisasinya, sehingga pihaknya melapor ke Polres Sumenep. Namun sampai di Polres, masih “dipingpong” kampus STKIP oleh Polres Sumenep untuk dilakukan mediasi.

Saat melakukan mediasi, pihak Kampus STKIP meminta kepada Ulifiyah untuk mencabut laporan itu dan meminta diselesaikan secara kekeluargaan, namun perpintaan tersebut belum ada pemenuhan karena masih mau di rapatkan di internal PMII.

Sementara Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Sumenep, Khairul Umam meminta kepada pihak kampus STKIP untuk menindak tegas mahasiswa yang berkelakuan seperti preman. Dia mengancam, jika pihak kampus tidak menindaklanjuti hasil rapat yang telah disampaikan ke pihak Kampus STKIP, maka pihanya akan menyeret ke meja hijau.

“Sungguh tidak pantas perbuatan seperti itu dilakukan oleh mahasiswa yang notabeni di pendidikan keguruan. Pihak kampus hendaknya tidak menciptakan calon-calon guru yang layaknya preman. Oleh karena itu kami meminta kepada pihak STKP untuk menyelesaikan kasus ini sebagaimana yang tertera dalam MoU antara PMII dan STKIP,” paparnya.

Saat ini Pengurus Komisariat PMII STKIP PGRI Sumenep di damping Pengurus Cabang PMII Sumenep mendatangi Kampus STKIP untuk menyampaikan hasil rapatnya.