- - - -
Facebook  Twitter  Google+

20/11/2015

Antasipasi Banjir dan Longsor, BPBD Sumenep Siapkan Logistik

lintasmaduranews - Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masuk dalam kategori rawan banjir dan longsor pada musim hujan.  Guna mengantisipasi terjadinya banjir dan longlongsor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep mulai melakukan sejumlam pesiapan seperti logistik, kebutuhan sandang, dan tambahan gisi.

"Sumenep masuk kategori rawan bencana banjir dan longsor saat musim hujan. Karena itu, kami mulai mempersiapkan logistik untuk korban bencana berupa sembako, kemudian tambahan gizi untuk anak, dan kebutuhan sandang," kata Kasi Kesiapsiagaan BPBD Sumenep, Kamiluddin sebagaimana dilansir beritajatim.com, Jumat (20/11/15).

Ia menjelaskan, untuk bantuan terhadap korban bencana banjir dan longsor, pihaknya telah menyiapkan 400 paket sembako, dan 300 paket tambahan gizi anak. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan 150 paket sandang.

"Jumlah paket bantuan itu tentu saja masih bisa bertambah, bergantung dari bencana yang terjadi. Selain itu, kami juga sudah menyiapkan tenda untuk tempat tinggal sementara korban bencana, dapur umum dan truk serba guna," terangnya.

Lebih lanjut Kamiluddin memaparkan, pihaknya juga membentuk tim tanggap darurat sebagai antisipasi terjadinya bencana alam tersebut. Tim tanggap darurat itu tidak hanya dari BPBD, namun juga menggandeng berbagai elemen lain.

"Diantaranya Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari masing – masing Kecamatan baik daratan maupun kepulauan. Kemudian kami juga melibatkan Dinas Sosial dalam tim tanggap darurat itu," ujarnya.

Sementara Dinas Pengairan Sumenep mengantisipasi banjir dengan mempercepat penyelesaian normalisasi saluran afur atau saluran pembuangan air, untuk mengantisipasi terjadinya banjir.

"Pengerjaan normalisasi saluran afur di beberapa lokasi seperti di Kecamatan Lenteng dan Saronggi sudah hampir selesai. Kami optimis, sebelum musim hujan tiba, pengerjaan saluran afur itu sudah selesai," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Sumenep, Eri Susanto.