- - - -
Facebook  Twitter  Google+

24/11/2015

BPBD Sumenep Ajukan Perahu Tandon untuk Distribusi Air ke Kepulauan

lintasmaduranews - Kekeringan di Kabupaten Sumenep tidak hanya melanda desa yang ada di daratan, desa di kepulauan pun mengalami hal yang sama bahkan lebih parah dari kekeringan di daratan.

Mengatasi kekeringan menjadi sebuah tanggung jawab bagi pemerintah kapubaten Sumenep bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, oleh karenanya perlu sarana penyuplaian air bersih  seperti perahu tandong yang bisa dugunakan untuk mengangkut air ke kepulauan.

“Saat ini hanya bisa menjangkau dua wilayah kepulauan yakni Gili Genting dan Nonggunong. Hal itu dikarenakan minimnya alat transportasi yang memadai yakni perahu tandon,” jelas Kasi Kesiapsiagaan BPBD Sumenep Kamiluddin kepada RRI, Selasa (24/11/2015).

Menurutnya, tersedianya perahu tandon akan terus diajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), karena jika hanya mengandalkan APBD maka sulit terealisasi.

“Membutuhkan biaya yang cukup besar, Mas. Kalau hanya mengandalkan APBD maka tidak akan terealisasi. Ya kira-kira diatas Rp 500 juta,” paparnya.

Selain itu, lanjut Kamil, penanggulangan bencana kekeringan terus dilakukan, agar desa yang semula mengalami Kering Kritis menjadi Kering langka dan selanjutnya kering langka menjadi normal. Hal itu dilakukan dengan cara pipanisasi di sejumlah daerah yang memiliki sumber mata air namun sulit dijangkau.

“Saat ini sudah ada 4 Desa yang dilakukan pengembangan pipanisasi yakni di Desa Badur, Juruen Daya, Batuputih Daya dan Kecamatan Nong Gunong,” pungkasnya. (rri)