- - - -
Facebook  Twitter  Google+

24/11/2015

Formacida Minta KPU Sumenep dan Panwaslih Netral dalam Pilkada Sumenep

lintasmaduranews - Sejumlah pemuda yang menamakan dirinya Forum Masyarakat Cinta Damai (Formacida) Sumenep, melakukan serual moral pemilihan kepala daerah Sumenep damai dan berkualitas, Selasa (24/11/2015).

Seruan pilkada damai dan berkualitas tersebut diserukan kepada masyarakat yang melintas di Jl. Trunojoyo di depan Masjid Agung Sumenep, selanjutnya diserukan di kantor Komisi Pemilihan Umum dan kantor Panwaslihdi setempat.

Selain berorasi, para pemuda tersebut membawa spanduk bertuliskan 'Ciptakan pilkada damai serta berkualitas'. Selain ispanduk, juga membawa poster bertuliskan, 'Stop politik uang', 'Stop kampanye Hitam', 'Ciptakan pilkada damai bersih dan mendidik masyarakat'.

"Selamat pagi masyarakat Sumenep, kami Forum Masyarakat Cinta Damai mengajak seluruh masyarakat Sumenep turut serta menciptakan pilkada damai dan berkualitas," kata orator aksi, Imam Arifin di Jl. Trunojyo sebelah barat Taman Bungan.

Setelah puas berorasi dan membagi-bagikan pamflet, massa aksi mendatangi kantor KPU Sumenep dan dan panitia pengawas pemilihan (Panwaslih) Bupati dan Wakil Bupat Sumenep.

"Kami menuntut netralitas panitia penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Panwaslih. Karena mereka sangat bertanggung jawab terhadap terciptanya pilkada damai, bersih, dan berkualitas," kata salah satu orator, Imam Arifin.

Orator juga meminta kepada KPU untuk menandatangi kometber bersama untuk pilkada damai dan  berkualitas.

KPU Sumenep menyambut baik kedatangan sejumlah pemuda tersebut dan mendukung terhadap seruan yang dilakukan para pemuda yang didalamnya turut beberapa mahasiswa.

"Saya pastikan, dalam Pilkada, KPU bersikap netral. Kami berada di jarak yang sama dengan kedua paslon. Secara pribadi, saya berjanji, apapun tekanannya, tidak akan berpihak pada siapapun," papar Ketua KPU Sumenep.

Usai menyambut dan menyampaikan tanggapan aksi, Ketua KPU menandatangi kesepakatan komitmen untuk menciptakan pilakda damai dan berkualitas.

Usai penandatanganan kesepakatan tersebut, massa aksi membubarkan diri dari kantor KPU Sumenep dengan tertib dan pengawalan Polisi setempat.