- - - -
Facebook  Twitter  Google+

28/11/2015

Impor Beras 1 Juta Ton dari Vetnam, 227.000 Ton Sudah Masuk Indonesia

lintasmaduranews - Indonesia yang yang tanahnya subur masih mengimpor beras dari Vietnam sebanyak 1 juta ton. Sejak 7 November 2015 lalu sampai saat ini, sudah sebanyak 227.000 ton beras yang sudah masuk ke Indonesia. Impor beras dilakukan untuk memperkuat stok Perum Bulog dalam menghadapi musim paceklik di awal 2016 mendatang.

"Sampai hari ini beras Vietnam baru masuk 227.000 ton," kata Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti, dalam Media Gathering di Grand Ussu Hotel, Cisarua, ‎Sabtu (28/11/2015).

‎Namun, beras Vietnam ini tidak bisa segera didistribusikan Bulog ke berbagai daerah di Indonesia karena keterbatasan infrastruktur dan kapasitas kapal.
"Beras itu menggerakannya itu tidak gampang, ada hubungannya dengan loading capacity, dengan bongkar muat," ujarnya.

Banyak daerah di Indonesia yang tidak dapat disinggahi oleh kapal-kapal angkut besar, sehingga Bulog harus mengangkut beras dengan kapal-kapal kecil.‎
"Ada 17 ribu pulau di Indonesia, pelabuhan di kota-kota seperti Bitung, Sorong, kapal yang bisa kesana kapal kecil. Kapal besar berkapasitas 40 ribu ton beras nggak bisa, hanya kapal kecil 4-5 ribu ton beras yang bisa berlabuh. Menggerakannya tidak bisa cepat," ungkap Djarot.

Menurut dia, ke depan pengambilan keputusan impor beras harus dilakukan sejak jauh-jauh hari supaya Bulog punya waktu persiapan yang cukup panjang, termasuk untuk mempersiapkan kapal angkut beras.

"Kalau mendadak butuh 2,5 juta ton beras, kapal yang angkut hanya 25.000 ton, artinya butuh 1.000 kapal. Jadi kita harus antisipasi jauh-jauh hari," ucapnya.

‎Dengan adanya beras impor ini, Djarot menyatakan bahwa stok Bulog semakin kuat dan siap untuk mengantisipasi kekurangan pasokan beras pada musim paceklik di awal 2016.

"Kami Bulog siap menghadapi itu (paceklik). Baik menggunakan (beras) PSO, beras komersial, maupun beras impor yang masuk," tandasnya.