- - - -
Facebook  Twitter  Google+

27/11/2015

Inilah Alasan-Alasan Penolakan Warga Kangean atas Statement Kepala BNN

lintasmaduranews - Statement Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso  terkait dengang rencana pulau Kangean akan dijadikan "lapas/Penjara Bandar Narkoba" mendapat perhatian serius dari warga Kangean.

Direktur Trasparansi Masyarakat Madura yang juga Ketua LSM Bersatu Kepulauan, Rahman, SH dalam rilisnya meminta kepada Komisaris Jenderal Budi Waseso untuk meninjau ulang Statement tersebut karena sangat tidak tepat bila Kangean dijadikan Lapas Bandar Narkoba.

Bilamana itu dipaksakan, tambah Rahman, maka dirinya bersama warga Kangean secara tegas menolak tanpa kompromi dengan alasan-alasan bahwa:

-Fakta di lapangan para bandar narkoba maupun pengedar narkoba kelas kakap yang ditempatkan di lapas/Penjara Nusa Kasambangan justru mereka sangat lelusa melakukan operasi peredaran narkoba di Indonesia. Padahal Nusa Kasambangan adalah pulau terisolir.

-Kangean bukanlah pulau terluar sebagaimana yang diinginkan oleh Pak Buwas (sapaan Budi Waseso ). Kangean adalah pulau yang letak geografisnya sangat strategis antara selat Jawa dan selat Madura.

-Secara sosial ekonomi masyarakat, sangat rentan dengan penyalahgunaan narkoba, faktanya adalah,  Kangean dan sapeken dijadikan pulau peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang datangnya dari berbagai penjuru daratan dibelahan nusantara ini, baik dari Bali, Jawa, Madura, Kalimantan dan NTB. Buktinya, beberapa bulan terakhir ini Polsek Arjasa menangkap pengedar dari Bangkalan sebanyak 41 KG jenis sabu.

-Kangean bukanlah tempat pengasingan para penjahat yang selama ini diiisukan oleh orang-orang yang tidak tahu tentang Kangean. Justru Kangean adalah wilayah kepulauan yang merupakan miniatur Indonesia dengan berbagai macam budaya dan bahasa, humanis dan kental dengan keislamannya.

Di sisi lain, dampaknya sangat fatal bagi masyarakat Kangean dan sekitarnya bila bandar narkoba ditempatkan di Kangean.

“Karenanya saya sangat menolak keras tanpa kompromi bila kangean dijadikan lapas/penjara bandar narkoba,” rilis Rahman, SH yang disampaikan kepada redaksilintasmaduranews@gmail.com, Jumat (27/11/2015) pukul 20.00 WIB