- - - -
Facebook  Twitter  Google+

02/11/2015

KPU Sumenep akan Validasi Contoh Surat Sura

 
lintasmaduranews - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep akan melakukan validasi terhadap contoh surat suara untuk pemilihan bupati/ wakil bupati setempat.
"Rekanan pelaksana pengadaan surat suara untuk pemilihan bupati/wakil bupati, telah mencetak contoh surat suara. Contoh surat suara itu akan ditunjukkan kepada kami dan pasangan calon melalui tim pemenangannya, untuk divalidasi," kata komisioner KPU Sumenep, Malik Mustafa, Senin (02/11/15).
PT Jasuindo Tiga Perkasa Sidoarjo menjadi pelaksana pengadaan logistik pemilihan Bupati/Wakil Bupati Sumenep, setelah melalui lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Lembaga Pengadaan secara Elektronik (LPSE) Pemkab setempat. Nilai pengadaan sebesar Rp 409 juta lebih.
"Rencananya rekanan akan menunjukkan contoh surat suara pilkada Selasa besok. Nanti akan divalidasi oleh kami," kata Malik.
Ia menjelaskan, contoh surat suara yang dicetak oleh rekanan tersebut sebenarnya sesuai dengan desain foto yang diserahkan pasangan calon ke KPU Sumenep. Namun, pihaknya menilai, validasi contoh surat suara tetap perlu dilakukan.
"Kami akan melakukan validasi bersama tim pemenangan pasangan calon, supaya kalau ada keberatan bisa segera ditindaklanjuti oleh rekanan sebelum mencetak surat suara dengan jumlah sesuai kebutuhan," terangnya.
Ia menargetkan, paling lambat pada pertengahan November 2015, rekanan telah menyelesaikan pengadaan logistik pilkada, termasuk surat suara. "Mudah-mudahan bisa lebih cepat dari itu. Karena kami harus segera mendistribusikannya, terutama untuk wilayah kepulauan," ucapnya.
Pilkada Sumenep yang digelar pada 9 Desember 2015 diikuti dua pasangan calon bupati-calon wakil bupati (cabup-cawabup). Pasangan nomor urut 1 yakni A. Busyro Karim dan Ahmad Fauzi, diusung koalisi PKB-PDI Perjuangan didukung NasDem. Kemudian pasangan cabup-cawabup nomor urut 2 adalah Zainal Abidin dan Dewi Khalifah, diusung koalisi 8 parpol, yakni Partai Demokrat, PAN, PKS, PPP, Gerindra, Hanura, Golkar dan PBB.