- - - -
Facebook  Twitter  Google+

02/11/2015

Mensos Khofifah Bantah Foto Pertemuan Jokowi dengan Suku Anak Dalam Settingan

lintasmaduranews - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansah membantah dengan tegas tudingan yang menyebutkan kalau foto pertemuan Jokowi dengan Suku Anak Dalam itu settingan.
"Ah soal pencitraan itu kan bagaimana orang melihat. Saya sendiri sudah datang langsung lihat kondisi di sana memang seperti itu keadaannya," paparnya.
Sebelumnya netter menuding kalau foto-foto pertemuan Jokowi dengan Suku Anak Dalam adalah hasil "settingan" dan rekayasa.
Dalam foto yang beredar itu, tampak orang nomor satu di Indonesia ini tengah melakukan dialog dengan beberapa orang dari Suku Anak Dalam. Potret tersebut diketahui diambil di Desa Bukti Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi.
Dengan menggunakan lingkaran yang terdiri dari 5 warna, netter meyakini kalau foto Jokowi hanya rekayasa semata. Pada foto yang dijadikan perbandingan, terlihat para perwakilan mengenakan baju. Sedangkan di foto berikutnya dalam keadaan bertelanjang dada.
Sementara Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini Senin (2/11/2015), meminta aparat kepolisian mengusut dugaan rekayasa itu sesuai hukum yang berlaku.
"Silakan saja diproses secara hukum, jadi gunakanlah ruang hukum, kita kan hidup di negara hukum," kata Jazuli.
Kebetulan, sejak 8 Oktober yang lalu sudah terbit Surat Edaran (SE) Kapolri Tentang Ujaran Kebencian yang bisa saja menjadi landasan penjeratan terhadap pelaku di balik rekayasa foto itu. Namun Jazuli memandang tanpa SE Kapolri itu, sebenarnya sudah ada Undang-undang yang mengaturnya.
"Tanpa SE-pun kan ada Undang-undang, yang setiap warga negara merasa tidak senang atas perbuatan orang lain apakah itu pencemaran nama baik, penghinaan, dan lain-lain yang diatur dalam Undang-undang," tutur Jazuli.
Foto rekayasa yang dimaksud adalah rangkaian foto yang seolah-olah menunjukkan Jokowi terlebih dahulu berbincang dengan suku anak dalam berbaju lengkap. Lantas Jokowi dicitrakan seolah-olah kembali berfoto dengan orang-orang tadi, namun dengan pose orang-orang tadi tak memakai baju lengkap, supaya terlihat seperti Suku Anak Dalam yang asli.
Padahal sesungguhnya, menurut keterangan pemerintah, awalnya Jokowi bertemu orang-orang Suku Anak Dalam yang belum berpakaian lengkap. Lantas pihak Jokowi mempersilakan mereka berpakaian lengkap.