- - - -
Facebook  Twitter  Google+

28/11/2015

Mensos Serahkan Bantuan Rp.3,42 Miliar Kepada Korban Longsor di Kediri

lintasmaduranews - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan aneka bantuan sosial senilai Rp3,42 miliar. Bantuan tersebut untuk penanggulangan bencana dan korban tanah longsor di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (28/11/2015).

Bantuan itu diserahkan langsung Menteri Sosial kepada para penerima di aula Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Bantuan rehabilitasi rumah menjadi layak huni diberikan kepada 135 warga, masing-masing sebesar Rp10 juta, bantuan untuk kelompok usaha bersama untuk 41 kelompok masing-masing 20 juta.

Selain itu, bantuan yang diberikan adalah bantuan pemulihan korban bencana tanah longsor di Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, untuk 32 rumah. Masing-masing korban menerima Rp20 juta untuk perbaikan rumah warga.

Mensos juga menyerahkan bantuan untuk penanggulangan bencana di Kabupaten Kediri berupa mobil dapur umum senilai Rp488 juta dan sepeda motor trail Rp30,4 juta.

Di tempat yang sama Mensos juga meyaksikan pencairan tahap III  Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilayani petugas Kantor Pos Setempat.

Khofifah sempat menyapa para penerima bantuan yang semuanya para ibu-ibu rumah tangga dan berharap agar bantuan dapat dipergunakan dengan baik.

"Pencairan PKH tahap III akan dilayani sampai Selasa (2/12). Ini berarti tahap IV sudah bisa cairkan ya ibu-ibu. Alhamdulillah, " kata Khofifah kepada para penerima yang disambut dengan ucapan "Alhamdulillah" secara bersama-sama oleh para penerima bantuan.

Ia mengatakan bantuan PKH diberikan kepada warga miskin yang hamil, anak dan anak sekolah.

"Untuk ibu yang hamil merima satu juta rupiah setahun yang cair selama empat kali. Ini agar bayi yang dikandung dapat asupan gizi yang baik. Uangnya diberikan untuk prioritas makan bayi dan bukan untuk bapaknya," katanya.

Ia mengatakan untuk setiap anak balita dan anak SMA menerima satu juta rupiah setahun, anak SD menerima Rp450 ribu setahun empat kali cair dan anak SMP menerima Rp750 ribu per tahun.

"Anak-anak yang sekolah dapat menggunakan uang itu untuk membeli buku, alat tulisan dan baju seragam," katanya.

Penjabat Bupati Kediri Idrus mengatakan jumlah penerima bantuan PKH di Kediri pada 2015 sebanyak 20.814 keluarga.

Khofifah mengatakan, jika PKH tahun ini hanya untuk ibu dan anak miskin maka pada 2016, PKH juga akan diberikan kepada warga penyandang disabilitas dan orang lanjut usia kurang mampu.

Dia berharap agar sejumlah bantuan dalam PKH akan membuat warga menjadi mandiri selama lima tahun ke depan.(antarajatim)