- - - -
Facebook  Twitter  Google+

25/11/2015

Pemprov Sumsel Buka Beasiswa Bagi Santri Jadi Dokter

lintasmaduranews - Gambaran dari seorang santri biasanya pelajar yang lebih banyak meluangkan waktunya mempelajari agama sehingga masa depan seorang santri kebanyakan digambarkan sebagai calon pemuka agama ataupun menjadi guru. Namun, Pemprov Sumatera Selatan meruntuhkan gambaran tersebut. Melalui Program Santri Jadi Dokter (PSJD), Pemprov Sumsel ingin menghapus stigma tersebut.

"Program santri jadi dokter telah dimulai sejak tahun 2006 waktu Pak Alex Noerdin masih menjadi Bupati Musi Bayuasin. Setelah beliau menjadi gubernur, program ini kemudian dilanjutkan di tingkat provinsi tahun 2008," kata Kadis Pendidikan Pemprov Sumsel, Widodo, Selasa (24/11/2015)

"Sampai sekarang penerima beasiswa ini berjumlah 117 orang untuk program studi Pendidikan Dokter, Keperawatan, dan Farmasi."

Pemprov Sumsel melalui sebuah seleksi yang ketat memilih santri untuk dididik menjadi dokter dan tenaga medis di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai mitra perguruan tinggi. Program ini diharapkan mampu memberikan peluang bagi para santri di Sumatera Selatan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Merujuk kepada data Kementerian Agama, saat ini terdapat 204 Madrasah Aliyah dan 362 pondok pesantren.

"Kami setiap tahun mengirimkan 10-20 santri untuk Jurusan Kesehatan Masyarakat, Farmasi, dan Pendidikan Dokter," ujar Widodo.

Melalui program PSJD, Pemprov Sumsel sudah berhasil mendidik 117 santri untuk menjadi dokter dan tenaga medis. Dan melalui program tersebut, sejumlah 21 orang telah lulus dari masa pendidikan.

"Nantinya mereka akan ditempatkan kembali di Sumsel, meskipun ada sebagian yang memilih mengajar," kata Widodo.

Guna mencari kandidat terbaik, Pemprov Sumsel memberikan persyaratan yang cukup ketat. Berikut prasyarat untuk mendapatkan beasiswa tersebut:

1. Lulusan MAN/MA atau pesantren jurusan IPA dengan peringkat 10 besar sejak kelas X sampai XII

2. Prestasi hasil belajar kelas XII minimal 7 untuk mata pelajaran Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Biologi, Fisika dan Kimia.

3. Mampu membaca dan menulis huruf Arab.

4. Hafal al-Quran Juz 30 dan surat-surat pilihan lainnya.