- - - -
Facebook  Twitter  Google+

05/11/2015

Penambang Pasir Pasongsongan Tertangkap Polisi


lintasmaduranews - Aparat kepolisian Resor Sumenep terus menggalakkan penindakan terhadap penambangan pasir ilegal yang kerapkali terjadi di wilayah pesisir pantai utara Kabupaten Sumenep, di wilayah Kecamatan Pasongsongan dan Ambunten, Sumenep, Madura.
Terbukti, kendati mengaku pasir untuk kepentingan pembangunan musala pun ditangkap petugas Polsek Pasongsongan, di Dusun Gelaman, Desa Padandangan, Kecamatan Pasongsongan, Rabu pagi (4/11/2015).
Tersangka, Saihu (34), bersama tiga orang anak buahnya yang kesemuanya warga Dusun Malaka, Desa Padangdangan, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, sempat mengelak bahwa pasir yang diangkut dengan mobil pickup M 8946 V untuk pembangunan Mushalla Al-Miftah di Dusun Sempong, Desa Sempong, Kecamatan Pasongsongan.
Polisi tetap menggelandang tersangka dan anak buahnya berikut barang bukti mobil penuh muatan pasir dan kini ditahan di Mapolsek Pasongsongan.
Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Hasanuddin memaparkan, penangkapan tersebut bermula saat Kapolsek Pasongsongan bersama tiga orang anggotanya sedang patroli rutin di sekitar lokasi penambangan pasir liar yang kerapkali terdapat penambangan pasir liar. Benar saja, patroli rutin yang dimulai sejak shubuh dini hari itu, menemukan sebuah mobil pickup sedang menambang pasir.
Setelah didekati, si pemilik mobil dan tiga orang anak buahnya berupaya menghindar dari kedatangan mobil patroli polisi. Namun upaya kabur gagal, karena jalur keluar mobil telah diblokir mobil milik polisi.
" Mobil penuh muatan pasir dan pemilk serta tiga anak buahnya kemudian dikeler ke Mapolsek Pasongsongan," papar Hasanuddin.
Dari hasil pemeriksaan terhadap pemilik mobil Saihu dan tiga anak buahnya diketahui kalau pasir tersebut dibeli dari Ahmad (35), warga setempat, Rp 80 ribu per pick up yang akan digunakan untuk pembangunan mushalla Al-Miftah di Dusun Sempong, Desa Sempong, Kecamatan Pasongsongan.
"Untuk apapun, kalau dilakukan dengan cara ilegal dan melanggar hukum, tidak benar juga. Apalagi untuk pembangunan tempat ibadah, seperti musholla dan masjid," pungkas Hasanuddin, " Kini para tersangka masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Pasongsongan," imbuh Hasanuddin. (surya)