- - - -
Facebook  Twitter  Google+

04/11/2015

Penipuan Rekrutmen PNS di Sumenep Seret Nama A. Busyro Karim

lintasmaduranews - Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur diduga melakukan penipuan massal berkedok pengangkatan PNS, korbannya pun tidak tanggung-tanggung hingga mencapai ribuan orang.
Para korban tergiur, lantaran oknum tersebut tidak hanya menjanjikan akan meloloskan menjadi PNS, tetapi meyakinkan korban dengan mengatasnamakan Bupati Sumenep (sekarang demisioner) Busyro Karim, sehingga banyak yang rela menyetorkan uang yang diminta.
“Katanya disuruh Bupati, untuk mencari warga yang ingin menjadi PNS dengan membayar sejumlah uang, karena meyakinkan banyak warga yang tertarik,” ungkap Didik Sukaryanto (52), yang cucunya menjadi korban, warga Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep, Rabu (4/11/2015).
Untuk lebih meyakinkan lagi, kata Didik, pelaku memberikan kwitansi bermaterai kepada korban dari setiap uang muka yang dibayarkan, dengan nominal Rp 1-3 juta per orang.
“Itu DP yang diminta, sisanya untuk dibayarkan setelah sukses diangkat menjadi PNS,” akunya.
Namun janji tinggallah janji, hingga batas waktu yang dijanjikan, tak satupun korban yang yang dipanggil untuk mengikuti ujian CPNS maupun menandatangani SK PNS.
Sadar telah ditipu, korban yang menurut informasi menyebar di 332 desa di Kabupaten Sumenep dengan rata-rata 2 hingga 5 orang korban perdesa, menuntut pengembalian uang yang disetorkan.
Menanggapi permintaan para korban, oknum PNS yang diketahui bernama Fathorrahman, yang bertugas sebagai sekretaris dikantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMP-KB) tersebut sudah berjanji akan mengembalikan yang disetorkan korbannya sebagai pelicin.
Tetapi, lagi-lagi korban harus gigit jari, pasalnya pelaku tidak kunjung mengembalikan uang tersebut, dengan dalih uangnya dipinjam Busyro Karim untuk kepentingan kampanye.
“Dia (Fathorrahman) bilang, uangnya lagi dipakai Busyro Karim yang sedang nyalon lagi untuk kepentingan kampanye,” lanjut Didik kesal.
Mengetahui hal tersebut, pihak mantan Bupati Sumenep juga ikut meradang. Bagaimana tidak, oknum tersebut meyakinkan para korbannya dengan memanfaatkan nama Busyro Karim, mantan bupati yang kini nyalon lagi.
“Dengan menyebut tindakannya atas perintah Busyro Karim, tentu kami tidak setuju, sebab, pengakuan tersebut tidak berdasar,” kata Ainur Rahman kepada wartawan, Rabu (4/11/2015).
Dengan menyeret nama Busyro ke kasus penipuan, kata dia, jelas sudah sangat merugikan, apalagi saat ini tengah dalam pencalonan, sedikit banyak berpengaruh terhadap reputasi Busyro.
“Tidak mungkin lah Busyro Karim melakukan penipuan terhadap masyarakatnya sendiri,” tegasnya.
Namun Ainur tidak menyebutkan mengenanai langkah yang akan diambil pihaknya, dia hanya meminta oknum tersebut bertanggung jawab.
“Pelaku harus bertanggung jawab terhadap perbuatannya, uang yang sudah disetorkan korban harus dikembalikan,” tutupnya.Me
Sayang, upaya konfirmasi yang berusaha dilakukan sejumlah wartawan ke oknum tersebut tidak membuahkan hasil, sebab yang bersangkutan mendadak susah dihubungi.